Buka konten ini

ANGIN puting beliung menerjang permukiman warga di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, Senin (6/4) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB. Peristiwa tersebut membuat warga panik setelah angin kencang disertai benda-benda beterbangan.
Saat kejadian, sebagian besar warga tengah terlelap. Tanpa peringatan, angin datang dan meninggalkan kerusakan dalam waktu singkat.
Salah satu rumah yang mengalami kerusakan parah adalah milik Hadijah, 61 dan suaminya, Hamidi, 63. Rumah panggung Melayu yang mereka tempati rusak berat setelah dihantam angin.
Atap seng, rangka kayu, hingga bagian bangunan lainnya terlepas. Bahkan, beberapa lembar seng ditemukan tersangkut di pohon durian sejauh sekitar 100 meter dari lokasi.
Tak hanya bangunan, pepohonan di sekitar rumah juga terdampak. Buah mangga yang masih di pohon berjatuhan, sementara sejumlah dahan patah akibat kuatnya terpaan angin.
Kepala Desa Tanjung Harapan, Irwansyah, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Kami sudah mendata rumah korban dan melaporkannya ke BPBD serta Dinas Sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan, warga bersama aparat langsung bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan.
“Memang ada beberapa rumah lain yang terdampak, tetapi kerusakannya tidak separah yang dialami korban utama,” katanya.
Sementara itu, Danton Damkar Unit Dabo Singkep, Ikmal Hakim, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan cukup signifikan terjadi pada dua unit rumah, satu posyandu, serta satu kafe.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Namun, warga yang terdampak tentu mengalami trauma. Saat kejadian, istri korban sempat hampir tertimpa lemari, namun berhasil menyelamatkan diri ke dapur,” jelasnya.
Petugas gabungan dari Damkar, BPBD, TNI-Polri, aparat desa, dan masyarakat telah melakukan evakuasi serta pembersihan sejak pagi hari.
Untuk sementara, warga yang rumahnya rusak parah mengungsi ke rumah kerabat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi sewaktu-waktu. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi hal penting, terutama di wilayah rawan cuaca ekstrem. (***)
Reporter : Vatawari
Editor : GUSTIA BENNY