Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Samsung Galaxy A07 5G hadir di tengah ketatnya persaingan smartphone 5G murah sepanjang 2025. Di kelas harga Rp2–3 jutaan, sejumlah ponsel kini menawarkan spesifikasi yang semakin merata, mulai dari baterai besar, layar 120 Hz, hingga performa yang lebih kencang.
Berbeda dari kompetitor, Galaxy A07 5G mengusung kekuatan utama pada baterai 6.000 mAh untuk menunjang penggunaan harian. Strategi ini menegaskan arah Samsung di segmen entry level, yakni menghadirkan perangkat yang tidak hanya terjangkau, tetapi juga tahan lama dan stabil.
Tren 2025 menunjukkan, kombinasi baterai besar, layar halus, dan konektivitas 5G mulai menjadi standar baru. Konsumen kini semakin selektif, tidak hanya melihat harga, tetapi juga daya tahan dan kenyamanan penggunaan.
Sejumlah pesaing pun menawarkan keunggulan berbeda. Redmi Note 13 5G misalnya, unggul di performa dan layar AMOLED, meski baterainya masih 5.000 mAh. Lalu realme 12+ 5G hadir dengan fast charging 67W dan performa kencang, namun kapasitas baterai juga belum sebesar Samsung.
Di sisi daya tahan, Vivo Y300t bahkan membawa baterai 6.500 mAh. Sementara Vivo Y400 5G menawarkan layar AMOLED 120Hz dan performa efisien, tetapi baterainya masih di bawah tren terbaru.
Data pasar memperlihatkan, kapasitas baterai 6.000 mAh kini mulai menjadi pembeda utama di kelas ini. Di saat yang sama, produsen lain terus bersaing lewat peningkatan layar dan performa.
Dengan kondisi tersebut, Galaxy A07 5G mencoba mengambil posisi berbeda dengan mengandalkan daya tahan sebagai nilai jual utama, menyasar pengguna yang membutuhkan ponsel awet untuk aktivitas sehari-hari.
Selain itu, kehadiran ponsel dengan baterai besar juga dinilai relevan dengan kebutuhan pengguna di Indonesia yang memiliki mobilitas tinggi dan tidak selalu dekat dengan akses pengisian daya. Faktor ini membuat daya tahan menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pekerja lapangan maupun pengguna aktif.
Ke depan, persaingan di segmen smartphone 5G entry level diperkirakan akan semakin ketat. Produsen tidak hanya dituntut menghadirkan spesifikasi tinggi, tetapi juga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan nyata pengguna, mulai dari efisiensi daya, kestabilan performa, hingga harga yang tetap kompetitif. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI