Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah dan TNI memberikan penghormatan militer saat menyambut kedatangan jenazah tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Prosesi penyambutan berlangsung khidmat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebelum jenazah diberangkatkan ke kampung halaman masing-masing untuk dimakamkan secara militer, Sabtu (4/4) malam.
Tiga prajurit yang gugur tersebut adalah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Sersan Satu (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Prajurit Kepala (Anumerta) Farizal Rhomadhon. Ketiganya merupakan bagian dari Kontingen Garuda yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan.
Presiden Prabowo Subianto turut melepas jenazah para prajurit sebagai bentuk penghormatan terakhir negara kepada putra-putra terbaik bangsa yang gugur dalam tugas internasional. Suasana haru menyelimuti prosesi, terutama saat keluarga korban memberikan penghormatan terakhir.
Jenazah kemudian diterbangkan ke daerah asal masing-masing. Mayor Zulmi dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung. Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo II, Magelang. Sementara Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon dimakamkan di TMP Giripeni, Kulon Progo.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin langsung upacara pemakaman Mayor Zulmi di TMP Cikutra, Kota Bandung, Minggu (5/4). Prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan tertinggi negara atas jasa dan pengabdian prajurit yang gugur dalam menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB.
Sebelum dimakamkan, jenazah almarhum diberangkatkan dari rumah duka di Kampung Cikendal, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Dalam amanatnya, Agus menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian salah satu prajurit terbaik TNI tersebut.
Ia mengungkapkan, Mayor Zulmi gugur saat menjalankan tugas negara pada Senin (30/3) di wilayah Lebanon. Dedikasi dan pengabdian almarhum dalam misi internasional dinilai menjadi catatan penting dalam sejarah keterlibatan TNI di tingkat global.
Agus juga memastikan negara akan memberikan hak-hak kepada keluarga korban, mulai dari santunan dari PBB, santunan risiko kematian, asuransi, hingga beasiswa bagi anak prajurit.
Diketahui, ketiga prajurit gugur dalam dua peristiwa berbeda di Lebanon Selatan. Prajurit Kepala Farizal Rhomadhon meninggal akibat serangan artileri di dekat Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3). Sementara Sersan Satu Muhammad Nur Ichwan dan Mayor Zulmi gugur akibat ledakan kendaraan di dekat Bani Haiyyan pada Senin (30/3).
Lagi, Tiga Prajurit TNI Dilaporkan Terluka
Insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIFIL) di Lebanon kembali terjadi. Tiga prajurit TNI dilaporkan mengalami luka-luka dalam kejadian terbaru pada Jumat (3/4).
Menteri Luar Negeri, Sugiono memastikan ketiga prajurit yang terluka telah dievakuasi. “Penyebabnya masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” ujarnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4).
Sugiono menegaskan, pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian. Pemerintah juga telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar rapat darurat untuk membahas situasi tersebut.
“Kami menuntut dilakukan investigasi menyeluruh. Ini adalah misi penjaga perdamaian yang harus dilindungi,” tegasnya.
Presiden Kecam Penyerangan Pasukan Perdamaian
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian dunia di Lebanon. Ketiganya merupakan bagian dari misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di wilayah tersebut.
Dalam pernyataannya, Prabowo mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian yang dinilai sebagai tindakan keji dan mencederai upaya menjaga stabilitas global.
“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” ujar Prabowo, Minggu (5/4).
Ia menegaskan, negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para prajurit yang gugur, menjaga kehormatan mereka, serta memastikan pengorbanannya tidak dilupakan oleh bangsa.
Selain itu, Prabowo juga mengajak seluruh masyarakat untuk melanjutkan semangat para prajurit dalam menjaga persatuan dan perdamaian, baik di tingkat nasional maupun global.
“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperkuat sikap pemerintah Indonesia yang sebelumnya mendesak dilakukan investigasi menyeluruh atas insiden yang menimpa pasukan penjaga perdamaian di Lebanon. Gugurnya prajurit TNI dalam misi internasional ini menjadi pengingat atas risiko besar yang dihadapi dalam menjaga perdamaian dunia. (***)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK