Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Kabupaten Karimun mengalami penurunan pada triwulan pertama 2026, yakni Januari hingga Maret. Kondisi ini turut berdampak pada tingkat hunian hotel di daerah tersebut.
Ketua BPC PHRI Kabupaten Karimun, Agustyawarman, mengatakan penurunan jumlah wisman dipengaruhi sejumlah faktor, salah satunya momentum bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.
“Dalam dua bulan terakhir, Februari dan Maret bertepatan dengan bulan puasa dan hari raya, sehingga kunjungan wisman menurun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tingkat hunian hotel yang biasanya menjadi pilihan wisman juga mengalami penurunan. Rata-rata okupansi kamar hanya berada di kisaran 40 persen dan tidak mencapai 50 persen.
Selain itu, pangsa pasar wisman yang datang ke Karimun masih didominasi segmen menengah ke bawah.
“Mayoritas wisman berasal dari Malaysia karena jarak tempuh relatif dekat, sekitar satu jam perjalanan. Sementara dari Singapura membutuhkan waktu sekitar dua jam atau lebih,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun, M Tahar, juga mengakui adanya penurunan kunjungan wisman pada awal tahun ini, khususnya dari Malaysia.
“Kondisi Ramadan dan hari raya menjadi salah satu faktor utama penurunan kunjungan,” katanya.
Berdasarkan data Januari dan Februari 2026, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 11.289 orang, yang didominasi wisatawan asal Malaysia, disusul Singapura.
Ia menambahkan, wisatawan dari Eropa dan Amerika tetap ada, namun jumlahnya relatif kecil dan umumnya berkunjung ke destinasi tertentu seperti Telunas Resort di Kecamatan Moro.
Meski demikian, Dispar Karimun tetap optimistis target kunjungan wisman tahun ini sebanyak 70 ribu orang dapat tercapai.
“Tahun lalu target 58 ribu wisman, namun realisasinya mencapai 65.632 orang atau naik 11,42 persen. Kami optimistis tahun ini target 70 ribu bisa tercapai,” pungkasnya. (***)
Reporter : Sandi Pramosinto
Editor : GUSTIA BENNY