Buka konten ini

BINTAN (BP) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan melakukan pengamatan lapangan terkait kemunculan zat berwarna hijau yang menyerupai buih di pesisir Pantai Lagoi.
Kepala DLH Bintan, Niken Wulandari, mengungkapkan bahwa hasil pengamatan awal menunjukkan zat tersebut memiliki tekstur halus dengan aroma khas seperti rumput laut kering.
“Secara kasat mata, teksturnya halus dan baunya seperti rumput laut kering,” ujarnya.
Selain itu, pengelola kawasan wisata Lagoi juga telah melakukan pemeriksaan menggunakan mikroskop. Hasil sementara menunjukkan bahwa zat tersebut berupa serat alga.
Namun demikian, jenis alga yang ditemukan belum dapat diidentifikasi secara pasti. “Untuk jenis alganya belum bisa kami tentukan,” katanya.
DLH Bintan saat ini berencana berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) serta DLH Provinsi Kepulauan Riau guna mendapatkan kajian lebih mendalam.
Diharapkan, melalui keterlibatan tenaga ahli, asal-usul serta jenis zat tersebut dapat segera diketahui.
“Kami menunggu hasil kajian dari pihak yang berkompeten di bidang biota laut,” tambahnya.
Sebelumnya, fenomena ini sempat viral setelah terlihat hamparan zat berwarna putih kehijauan memenuhi garis pantai dan terbawa ombak hingga ke bibir pantai.
Dalam sejumlah video yang beredar, zat tersebut tampak seperti buih yang bercampur material hijau dan terus terdorong gelombang laut.
Informasi yang beredar menyebutkan, kemunculan zat serupa juga terpantau di kawasan Pantai Kawal hingga Pantai Trikora.
Zat tersebut diduga berkaitan dengan fenomena kemunculan alga hijau, meski hingga kini belum ada kepastian resmi dari pihak berwenang. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY