Buka konten ini

BATAM (BP) – Dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas imigrasi di Pelabuhan Feri Batam Centre tidak menyurutkan kunjungan wisatawan ke Batam. Sejumlah turis bahkan mengaku tidak terganggu dengan kasus tersebut, karena meyakini oknum yang terlibat telah ditindak sesuai aturan hukum yang berlaku.
Salah satu turis asal Singapura yang datang ke Batam, Zachary, mengaku tak pernah menemui kendala sejak proses kedatangan.
“Selalu lancar dan disambut ramah,” ujar Zach, panggilan akrab pria yang mengaku sudah beberapa kali ke Batam tersebut, Rabu (1/4).
Menurutnya, kesan positif itu bukan hanya di pintu masuk, tetapi juga terasa di tengah masyarakat. Mulai dari penjaga toko, sopir, hingga warga di jalan, semuanya dinilai ramah dan terbuka kepada wisatawan. Ia pun mengingatkan agar tidak menggeneralisasi suatu daerah hanya karena ulah segelintir oknum.
“Orang baik dan buruk ada di mana-mana. Jangan sampai itu menutup keinginan datang ke Batam. Tempatnya indah, orang-orangnya lebih indah,” tambahnya.
Hal senada disampaikan Azmi. Ia bersama rombongan dari Kedah, Malaysia, mengaku mendapatkan pelayanan yang baik sejak tiba di Pelabuhan Harbour Bay, Batuampar.
“Layanan imigrasi dan petugas pelabuhan ramah dan sopan,” katanya.
Rombongan tersebut bahkan telah merencanakan liburan selama empat hari di Batam hingga Tanjungpinang.
Di tengah isu dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum di pelabuhan, tren kunjungan wisatawan ke Batam dipastikan tidak terganggu. Aktivitas pariwisata tetap berjalan normal, bahkan menunjukkan tren positif.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, menegaskan kondisi Batam tetap aman dan kondusif.
“Secara riil Batam aman, baik-baik saja. Destinasi di sejumlah kawasan tetap jadi favorit, dan target wisman kita tetap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, layanan di CIQP—yakni Customs, Immigration, Quarantine, and Port (Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Otoritas Pelabuhan)—berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan aturan masing-masing instansi.
Terkait dugaan pungli, Ardiwinata menegaskan hal itu merupakan ulah oknum dan telah ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.
Data kunjungan wisatawan juga menjadi penguat. Sepanjang 2025, Batam mencatat 1.613.202 kunjungan wisatawan mancanegara, melampaui target 1,5 juta.
Tren positif tersebut berlanjut pada awal 2026. Pada Januari, jumlah kunjungan wisman tercatat sebanyak 126.620 orang. Angka ini meningkat menjadi 131.308 kunjungan pada Februari 2026 atau naik 3,70 persen secara bulanan (month to month).
Jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, pertumbuhan juga cukup signifikan. Pada Februari 2025, jumlah kunjungan tercatat 104.684 orang, sehingga terjadi kenaikan 25,43 persen secara tahunan (year on year).
Secara kumulatif, total kunjungan wisman pada Januari hingga Februari 2026 mencapai 257.928 orang. Bahkan, secara komparatif, pertumbuhan kumulatif tercatat mencapai 77,63 persen.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga signifikan, dengan sekitar 24 persen berasal dari sektor hotel, restoran, dan hiburan. Hal ini tak lepas dari kolaborasi seluruh pelaku industri, termasuk penguatan promosi dan pengembangan destinasi.
Pemerintah Kota Batam pun terus mendorong sektor pariwisata, termasuk pengembangan wisata berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) guna meningkatkan lama tinggal dan belanja wisatawan.
”Intinya Batam itu aman dan ramah bagi wisatawan, silakan datang dan jelajahi berbagai destinasi wisata yang ada di Batam,” anjurnya.
Dengan kondisi yang aman, pelayanan yang tetap terjaga, serta tren kunjungan yang terus meningkat, Batam kembali menegaskan diri sebagai destinasi wisata yang ramah dan layak dikunjungi. (*)
Laporan : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK