Buka konten ini

NATUNA (BP) – Cuaca panas ekstrem yang melanda Kabupaten Natuna mulai memicu kekhawatiran meningkatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dalam dua hari terakhir, kebakaran bahkan dilaporkan telah menghanguskan sekitar 150 hektare lahan.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pangkalan TNI AU (Lanud) Raden Sadjad (RSA) Natuna bergerak cepat dengan menyiapkan armada udara untuk penanganan karhutla, termasuk operasi bom air dan modifikasi cuaca.
Komandan Lanud RSA, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, mengatakan pihaknya telah mengaktifkan Posko Udara Penanggulangan Karhutla sejak 30 Maret 2026.
“Posko ini kami aktifkan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran akibat musim kemarau,” ujarnya, Rabu (1/4).
Ia menjelaskan, keterlibatan Lanud RSA merupakan bagian dari dukungan TNI AU dalam membantu pemerintah daerah menangani dampak kemarau ekstrem.
Untuk mendukung operasi di lapangan, Lanud RSA telah menyiapkan helikopter jenis AS350B3e yang kini sudah berada di Natuna. Helikopter tersebut dilengkapi bucket air berkapasitas 1.000 liter untuk menjangkau titik api di wilayah sulit diakses.
Selain itu, pesawat OMC jenis Thrush S2R-T34 juga disiagakan guna mendukung operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan.
Pesawat ini memiliki kapasitas hingga 1,3 ton bahan semai yang digunakan untuk merangsang pembentukan awan hujan.
“Kami menyiapkan helikopter untuk operasi bom air dan pesawat OMC untuk modifikasi cuaca agar penanganan karhutla bisa dilakukan secara cepat dan efektif,” tegas Onesmus.
Kondisi kebakaran yang meluas dalam waktu singkat menjadi peringatan serius bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan.
Onesmus menekankan, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta instansi terkait menjadi kunci utama dalam mengendalikan karhutla selama musim kemarau. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY