Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menggelar rapat daring bersama seluruh Kepala Sekolah Rakyat (SR) setelah momentum Idulfitri.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Ipul menegaskan pentingnya kesiapan yang matang menjelang proses penerimaan siswa baru yang waktunya tinggal sekitar tiga bulan lagi.
Arahan khusus diberikan kepada pengelola Sekolah Rakyat, terutama di 63 titik yang sudah mulai beroperasi sejak Juli 2025. Ia meminta setiap sekolah segera menyusun perencanaan tertulis sebagai panduan agar transisi menuju tahun ajaran baru berjalan lancar dan terarah.
“Tiga bulan lagi, mohon dipersiapkan dengan sebaik-baiknya untuk penerimaan siswa baru,” ujar Gus Ipul saat memberikan arahan di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (31/3).
Tak hanya menyoroti aspek administratif, Gus Ipul juga meminta dilakukan evaluasi secara menyeluruh. Evaluasi tersebut mencakup kondisi kesehatan siswa, capaian akademik, hingga kesiapan fisik dan mental peserta didik.
Selain itu, kualitas sumber daya manusia, baik tenaga pengajar maupun petugas keamanan, juga harus menjadi perhatian.
“Semua harus dievaluasi. Laporkan kepada kami agar bisa dianalisis dan diberikan solusi. Apa saja kekurangannya dan apa kelebihannya,” jelasnya.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah penanganan siswa dengan kebutuhan khusus atau yang membutuhkan rehabilitasi. Gus Ipul menegaskan, tidak ada kebijakan memulangkan siswa yang mengalami kendala dalam proses belajar.
Sebaliknya, mereka akan difasilitasi melalui layanan rehabilitasi di sentra-sentra Kemensos terdekat. Sistem Sekolah Rakyat, kata dia, dirancang untuk merangkul seluruh siswa dengan latar belakang yang beragam.
“Kami ingin anak-anak yang belum mampu mengikuti proses belajar karena kondisi tertentu tetap mendapatkan penanganan melalui rehabilitasi di sentra terdekat. Jadi tidak perlu khawatir, laporkan saja, nanti kami carikan solusi,” terangnya.
Di sisi lain, meski capaian di bidang seni dan olahraga sudah cukup baik, Gus Ipul mendorong agar Sekolah Rakyat mulai memperkuat prestasi di bidang akademik, khususnya Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM).
Menurutnya, peran kepala sekolah sangat penting dalam mendorong peningkatan prestasi akademik tersebut agar semakin menonjol ke depan.
Ia juga berharap setiap Sekolah Rakyat memiliki kegiatan ekstrakurikuler unggulan yang menjadi identitas atau ciri khas sekolah. Program tersebut diharapkan dapat menjadi kebanggaan sekaligus ditampilkan saat ada kunjungan tamu atau agenda resmi.
Antusiasme masyarakat terhadap Sekolah Rakyat juga terus meningkat. Hal ini terlihat dari banyaknya orang tua yang tertarik mendaftarkan anaknya setelah melihat fasilitas yang disediakan negara.
Namun demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa di Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran umum seperti sekolah pada umumnya.
Calon siswa akan dijaring melalui data DTSEN, kemudian diverifikasi oleh Dinas Sosial.
Selanjutnya, penetapan dilakukan oleh kepala daerah sebelum siswa resmi diterima sebagai peserta didik Sekolah Rakyat. (***)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO