Buka konten ini

BATAM (BP) – Kebijakan work from home (WFH) satu hari dalam sepekan yang akan diberlakukan pemerintah dipastikan tidak mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Batam.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Batam, Defri Frenaldi, mengatakan pihaknya akan melakukan sejumlah penyesuaian pola kerja guna memastikan distribusi makanan tetap berjalan optimal.
“Kita akan ada penyesuaian juga,” ujarnya singkat.
Menurut dia, implementasi kebijakan WFH di Batam akan disesuaikan di tingkat lapangan, termasuk pengaturan petugas distribusi dan operasional SPPG agar tidak terjadi keterlambatan penyaluran kepada penerima manfaat.
Secara nasional, Badan Gizi Nasional (BGN) juga menegaskan bahwa kebijakan efisiensi pemerintah, termasuk penerapan WFH bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun pekerja swasta, tidak akan mengurangi kualitas maupun jangkauan layanan MBG.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menekankan dis tribusi program tersebut harus tetap berjalan sesuai jadwal, terutama bagi peserta didik serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Apapun bentuk penyesuaian pola kerja, layanan MBG harus tetap berjalan. Distribusi kepada penerima manfaat harus sesuai jadwal,” tegasnya.
Ia menjelaskan, untuk sekolah dengan sistem lima hari belajar, penyaluran MBG juga dilakukan selama lima hari. Hal yang sama berlaku bagi kelompok 3B yang tetap menjadi prioritas dalam pemenuhan gizi.
Sebelumnya, pemerintah tengah menyiapkan kebijakan WFH sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik di Timur Tengah. Meski demikian, layanan dasar kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan normal, termasuk program MBG di Batam. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO