Buka konten ini

Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU
PERKEMBANGAN di Timur Tengah, Seperti penutupan atau gangguan di Selat Hormuz berdampak signifikan bagi banyak negaran di dunia termasuk Indonesia sebagai negara importir minyak. Perang dan ketegangan politik memicu lonjakan harga BBM dan energi global, regional, nasional maupun lokal.
Pengaruhnya nyata bukan hanya di meja perundingan diplomatik, ujung terdekat dari pengaruh itu ada di meja makan keluarga.
Bisa dikatakan bahwa semua pengaruh ekonomi politik, ujung pangkal dari sulitnya pasokan gas, mahalnya harga minyak, LPG dan bahan makan ada di meja makan atau urusan domestik keluarga. Muncul keprihatinan bersama bagaimana dunia bisa damai dalam konfilk ekonomi politiknya.
Andai perang hanya di laut saja, atau mensasar udara saja dan bertarung keras di medan laga jauh dari keluarga, atau tak berpengaruh dari kesulitan Ibu Ibu, mungkin boleh jadi sah sah saja terutama dengan alasan tingkat tinggi “agar suatu negara mempertahankan kedaulatannya, agar keadilan dunia bisa ditegakkan”.
Landasan suci dari mempertahankan kemanusiaan, menjaga harta benda, menjaga keselamatan jiwa dan kemerdekaan pribadi itu ada di hukum fiqih maqasidussyariah. Apalagi bila perang itu dihubungkan dengan jihad melawan kebatilan, untuk ketinggian harkat manuia yang tertindas, sejarah dan ajaran agama mengesahkannya demi kemanusiaan dan keadlilan.
Muslimat NU, Rasa Keadilan dan Perdamaian
Saya selalu menyampaikan kepada para pengurus PP Muslimat NU dan jajaran pengurus lainnya bahwa “dalam kondisi apapun, bahkan ketika pertiwi lagi bersedih, Muslimat NU akan hadir untuk mendo’akan, melayani, melalui berbagai program dan layanan sebagai hidmad bagi umat dan bangsa”.
Saya mengajak kita semua untuk menjadikan kata khidmad ini falsafah perjuangan, termasuk terlibat dalam gerakan hemat dan sekaligus menyerukan perdamaian, setidaknya bisa berpuasa sunnah agar sehat dan hemat serta tetap menjaga keimanan.
Muslimat NU menginginkan Indonesia yang berdaulat. Muslimat yakin pemimpin dan tokoh tokoh formal politik negara dapat melakukan yang terbaik untuk negara dan bangsa.
Dengan cara apa? Dengan kemandirian dan kebebasan untuk menentukan diri sendiri serta ikhtiar menentukan hal hal penting dari bangsa Indonesia untuk bangsa Indonesia dan bagi Indonesia melalui koridor kerjaama internasional yang berkeadilan.
Kata kata daulat adalah semacam mantra yang selalu didengungkan oleh para pahlawan kemerdekaan, diperjuangkan oleh para pemimpin pemerintah mulai jaman setelah kemerdekaan sampai sekarang. Indonesia berdaulat adalah cita cita kita bersama, terutama cita cita Muslimat Nahdlatul Ulama dan jam’iyah Nahdlatul Ulama pada umumnya.
Perdamaian adalah rasa dalam hati menerima keadaan tanpa konflik. Perdamaian atau peace adalah rasa hati yang tulus untuk menerima keadaan apa adanya. Damai dekat dengan conflict avoidance karena konflik dapat mengganggu ketentraman hati. Dalam sosiologi ilmu politik perdamaian dekat dengan konsensus tanpa kekerasan. Dalam buku The Arab-Israel Conflict: A History, Moshe Shemesh (1988) mendefinisikan perdamaian sebagai keadaan bebas dari konflik atau pertentangan. Perdamaian terjadi karena rasa saling menerima, bersedia mengakui hak-hak dan kepentingan pihak lain. Untuk hidup damai, konflik harus dikelola dengan baik.
Dalam dunia yang sangat dinamis, dalam hubungan manusia yang kompleks dan dalam konteks mencapai perdamaian dibutuhkan resolusi konflik atau dalam ilmu hubungan internasional butuh diplomasi.
Muslimat NU berharap ada resolusi konflik. Sebagai bagian bangsa. Organisasi perempuan terbesar dunia, Muslimat NU bersedia diikutkan dalam usaha usaha diplomasi dalam mengatasi konflik mendorong hubungan komunitas yang harmonis. Ibu Ibu adalah jiwa jiwa yang harus anti kekerasan.
Muslimat NU berharap proses untuk tercapainya kesepakatan atau ditemukannya solusi jalan keluar sehingga para pihak yang terlibat konflik merasa bahwa pembagian keuntungan dalam sistem tatanan dunia diterima secara adil dan beradab bersama.
Muslimat tetap berkomitmen untuk penguatan daulat bagi Indonesia tercinta juga di bidang ekonomi keluarga dan ekonomi masyarakat melalui usaha ekonomi dan koperasi Muslimat, pembangunan lembaga pendidikan, penguatan derajat Kesehatan melalui poliklinik dan rumah sakit, lembaga sosial yang kita ikhtiarkan secara mandiri.
Daulat ini juga diwujudkan Muslimat NU melalui sumbangan pemikiran para guru besar, para dosen, dai daiyah, pekerja sosial Muslimat dan profesional MNU di beberapa pimpinan perusahaan atau pejabat publik yang terus menggelorakan kemandirian pendidikan, ekonomi, kesehatan dan sektor yang lain misalnya dan pertanian organik.
Indonesia Adil, Aman, Sejahtera adalah kata kata agung yang dulu paling banyak diungkapkan oleh para pendiri bangsa, kata kata ini adalah cita cita sekaligus tantangan bangsa dan masyarakat Indonesia.
Yang dimaksud oleh kata Indonesia sejahtera itu antara lain keunggulan ekonomi, meningkatnya kesejahteraan rakyat, kualitas dan keunggulan sumberdaya manusia, kuatnya karakter kebudayaan dan peradaban yang unggul, penguasaan ilmu dan teknologi, berperan dalam perjuangan keadilan dan perdamaian dunia dan pada akhir tahun 2045, menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.
Dalam kaitan ini Muslimat NU akan terus bertekad untuk mengangkat derajatnya, berkontribusi, menguatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia yang lebih sejahtera. Muslimat NU akan melanjutkan kiprahnya melalui bidang dakwah dan pengembangan masyarakat, bidang ekonomi koperasi dan agribisnis, bidang pendidikan dan pelatihan, bidang sosial, budaya, lingkungan hidup dan ketenagakerjaan.
Muslimat NU akan tetap mendukung terwujudnya bangsa yang kuat dengan mengedepankan kerukunan dan kesatuan. Dalam konteks kemasyarakatan maka Muslimat NU akan selalu terdepan dalam kesetiakawanan sosial atau solidaritas sosial melalui yayasan pendidikan, poliklinik dan rumah sakit, dan yayasan sosial serta unit unit pelayanan ummat yang kita dirikan dan kita kembangkan.
Dalam kesempatan ini pula saya ingin sampaikan beberapa hal penting yang berkaitan dengan situasi terkini, sambil mensyukuri nikmat apa saja yang telah Allah berikan kepada kita semua.
Kita masih bergulat dengan situasi perang dan kemungkinan krisis. Muslimat NU akan mendukung kebijakan sebagaimana ajaran suci agama dan kesepakatan para pendiri negara bahwa Indonesia harus berdiri kokoh, berdaulat dan bergaul bekerja sama dengan dunia internasional secara adil.
Muslimat NU memegang nilai atau sikap kstaria sebagai negara merdeka seraya menyelanggarakan ketertiban dunia, sebagaimana amanat UUD 1945 dan prinsip keadilan dunia.
Muslimat NU sesuai proporsinya rela secara berjamaah untuk berkorban waktu, memberikan sumbangan tenaga, pemikiran, biaya dan pengorbanan lain untuk mengatasi masalah bersama secara ikhlas tanpa pamrih.
Manusia adalah makhluk Tuhan yang penuh konflik, penuh pertentangan; manusia itu homo conflictus. Manusia itu disamping disebut sebagai penciptaan Tuhan yang paling sempurna – fii ahsani taqwiim, juga disebut sebagai insan yang penuh lupa (chuliqo haluu’ah), penuh keluh kesah (khuliqo jazuu’ah), insan yang sering kikir (khuliqo manuu’ah).
Jangan berbuat keji; “walaa fusuuka, walaa jidaala,”.
Saya mohon agar kita tetap bersemangat untuk berkerja dan berkhidmad. Oleh sebab itu kita harus tetap menguatkan jamiyah kita sambil menguatkan program strategis menuju NU abad kedua 2026.
Muslimat NU tetap berkhidmad sesuai dengan rencana strategis dan akan mempertimbangkan hal hal dinamis yang berkembang dalam msyarakat. Oleh sebab itu, kita harus tetap solid dan terus menerus menyempurnakan haraqiah kita.
Pada kesempatan ini pula ijinkan saya untuk menyampaikan hal khusus yang saya anggap penting untuk penguatan ideologi Pancasila dan UUD 1945 yang akan memperkuat kerlangsungan sekaligus kekuatan Indonesia di mata dunia.
Kedepan mungkin kita akan memasuki masa yang tidak mudah dan siap untuk membantu dan memperhatikan mereka yang membutuhkan pertolongan serasa meningkat di berbagai kalangan.
Dalam situasi kebangsaan yang sekarang ini jelas Muslimat NU di semua jajaran mohon untuk tetap menekankan kerjasama dan penghematan konsumsi, sambil mendukung persatuan dan kedamaian dunia, lewat usaha yang keras dan doa untuk bangsa. (*)