Buka konten ini

JAKARTA (BP) – KRI Bima Suci kembali menjalani pelayaran panjang dalam misi diplomasi internasional. Kapal latih tiang tinggi milik TNI Angkatan Laut itu bertolak dari Surabaya, Jawa Timur, dengan membawa ratusan kadet untuk menjelajah sejumlah negara di Asia hingga Eropa, termasuk Rusia.
Sebanyak 131 kadet ikut dalam pelayaran yang berlangsung sekitar empat bulan tersebut. Mereka terdiri atas 79 taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) serta 52 delegasi program ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) dari 25 negara sahabat.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali melepas keberangkatan KRI Bima Suci di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (31/3). Ia menjelaskan, pelayaran ini akan mengunjungi delapan negara sebelum kembali ke Indonesia.
“Pelayaran akan singgah di Colombo (Sri Lanka), Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Shanghai, Vladivostok (Rusia), Jepang, dan Filipina, sebelum kembali ke Indonesia,” ujar Ali.
Di dalam negeri, kapal tersebut juga dijadwalkan singgah di sejumlah kota, di antaranya Belawan dan Bitung, sebelum menuntaskan pelayaran.
Selama pelayaran, para kadet akan mendapatkan pelatihan berbagai kemampuan maritim, seperti navigasi astronomi, ilmu perbintangan, hingga teknik navigasi lingkaran besar.
Selain itu, mereka juga dibekali kemampuan diplomasi melalui interaksi dengan angkatan laut negara-negara yang disinggahi.
“Pelayaran ini juga mengajarkan taruna berdiplomasi dengan angkatan laut negara sahabat. Apalagi, kadet dari negara-negara tersebut juga ikut dalam pelayaran ini,” jelasnya.
Pada pelayaran tahun ini, KRI Bima Suci turut membawa produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk dipromosikan di negara tujuan. Ali menyebut, pelibatan kementerian dan lembaga dalam program Kartika Jala Krida baru dapat direalisasikan secara optimal pada tahun ini.
Ke depan, TNI AL berencana memperluas kolaborasi dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian Pariwisata, guna memperkuat promosi Indonesia di kancah internasional.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menilai kolaborasi tersebut penting untuk mendorong produk dalam negeri menembus pasar global.
“Kami ingin mendorong UMKM dari lokal ke global. Pelayaran ini menjadi peluang untuk memperkenalkan produk Indonesia ke pasar internasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, Kementerian Perdagangan akan mendukung promosi tersebut melalui jaringan Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara tujuan.
Melalui misi ini, KRI Bima Suci tidak hanya menjadi sarana pelatihan bagi taruna, tetapi juga berperan sebagai duta diplomasi maritim dan ekonomi Indonesia di tingkat global. (*)
Laporan : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK