Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Penyelidikan kasus terbaliknya tugboat ASL Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, masih terus berlangsung.P olisi kini memeriksa sejumlah saksi tambahan, termasuk kapten kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Batuaji, AKP Bayu Rizki Subagyo, mengatakan pemeriksaan saksi tambahan dilakukan untuk memperkuat rangkaian fakta terkait insiden tersebut.
“Penyebab masih dalam penyelidikan, karena ada saksi tambahan dari kapten kapal. Saat peristiwa terjadi, ada beberapa kapal di sekitar lokasi,” ujarnya, Selasa (31/3).
Menurut dia, keterangan para kapten kapal dibutuhkan untuk memastikan kondisi tugboat saat beroperasi, termasuk situasi cuaca ketika insiden terjadi.
“Keterangan ini akan kami sinkronkan dengan keterangan pekerja yang selamat maupun pihak perusahaan,” tambahnya.
Sejauh ini, polisi telah memeriksa lima orang saksi, terdiri dari satu korban selamat, manajer operasional perusahaan, serta sejumlah pekerja yang berada di lokasi saat kejadian.
Selain itu, pihak kepolisian juga telah meminta data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait kondisi cuaca saat insiden berlangsung.
“Kami juga sudah menyurati BMKG terkait cuaca, karena pengakuan pekerja saat itu kondisi cuaca memang buruk,” ungkap Bayu.
Diketahui, insiden tugboat terbalik terjadi pada Jumat (6/3) sore saat kapal tunda ASL Mega tengah membantu proses pandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta di perairan dekat jetty PT ASL Shipyard. Kapal tersebut tiba-tiba terbalik saat menjalankan tugasnya.
Dalam kejadian itu, terdapat lima orang kru di atas kapal. Tiga orang dinyatakan meninggal dunia, yakni Abdul Rahman selaku nakhoda, Guntur Pardede, dan Jhonson Bertuahman Damanik.
Sementara itu, dua kru lainnya berhasil selamat, yakni M. Habib Ansyari dan Yusuf Tangkil. Yusuf ditemukan dalam kondisi hidup setelah terjebak di ruang mesin kapal selama tiga hari sebelum akhirnya dievakuasi oleh tim penyelam SAR gabungan.
Insiden ini menambah daftar kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard Batam. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir, sejumlah kejadian fatal seperti kebakaran dan ledakan kapal juga tercatat terjadi di kawasan tersebut, sehingga memicu perhatian berbagai pihak terhadap aspek keselamatan kerja di lingkungan industri galangan kapal. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO