Buka konten ini

LINGGA (BP) – Kebakaran hebat melanda perkebunan kelapa sawit di Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga. Diperkirakan ratusan hektare lahan milik PT Citra Sugi Aditya (CSA) dilaporkan hangus terbakar.
Peristiwa ini terjadi sejak Jumat (27/3) dan hingga Selasa (31/3), api masih terlihat menyala di sejumlah titik. Asap tebal pun menyelimuti kawasan permukiman warga.
Salah seorang warga Desa Limbung, Muhlizan, mengaku aktivitas masyarakat terganggu akibat kepulan asap yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.
“Beberapa hari ini asap tebal menyelimuti desa kami. Warga jadi resah dan terganggu, bahkan ada yang mulai batuk-batuk,” ujarnya.
Ia menyebut, kebakaran sudah berlangsung sekitar lima hari dan belum sepenuhnya padam. Namun, kondisi mulai sedikit membaik setelah hujan mengguyur wilayah tersebut.
“Alhamdulillah tadi malam hujan turun, jadi asap dan api sedikit berkurang. Kalau tidak, sangat mengganggu,” tambahnya.
Kapolsek Daik, IPTU Suhendri, membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, personel Polsek Daik bersama tim pemadam kebakaran dan BPBD Lingga masih berjibaku di lokasi untuk memadamkan api.
“Iya benar, anggota masih di lokasi. Untuk penyebab kebakaran dan luas pasti lahan yang terbakar masih dalam penyelidikan. Sementara diperkirakan sudah mencapai ratusan hektare,” ujarnya.
Hingga kini, petugas gabungan terus melakukan pemadaman sekaligus menyelidiki penyebab kebakaran yang melanda kawasan perkebunan tersebut.
Tiga Bulan, 190 Kebakaran Landa Karimun
Sementara itu, Kasus kebakaran lahan dan hutan di Pulau Karimun menunjukkan tren mengkhawatirkan. Dalam kurun tiga bulan terakhir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten Karimun mencatat sedikitnya 190 kejadian kebakaran.
Dari jumlah tersebut, mayoritas merupakan kebakaran lahan dan hutan. Sementara kebakaran bangunan hanya sebagian kecil.
Kepala BPBD Damkar Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, melalui Kabid Damkar dan Penyelamatan, Hendra Hidayat, mengatakan luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 85 hektare.
“Sampai bulan ini ada 190 kejadian kebakaran. Sebanyak 183 kasus merupakan kebakaran lahan dan hutan, sedangkan kebakaran bangunan hanya 7 kasus,” ujarnya, Selasa (31/3).
Menurut Hendra, tingginya angka kebakaran ini diduga tidak lepas dari unsur kelalaian, bahkan kemungkinan kesengajaan saat membuka lahan yang kemudian dibiarkan hingga api meluas.
Kondisi cuaca panas ekstrem juga berpotensi memperparah situasi. Dalam satu bulan terakhir saja, tercatat 65 kejadian kebakaran.
“Artinya, dalam sehari bisa terjadi kebakaran di beberapa lokasi sekaligus,” katanya.
Di sisi lain, keterbatasan sarana menjadi kendala serius bagi petugas. Saat ini, BPBD Damkar Karimun hanya memiliki satu unit mobil pemadam utama yang berfungsi optimal, dibantu dua unit mobil suplai air. Sementara dua unit mobil pemadam lainnya dalam kondisi rusak.
Akibatnya, tidak semua laporan kebakaran dapat ditangani secara bersamaan.
“Bukan kami lambat, tetapi kejadian kebakaran terjadi di lokasi berbeda dalam waktu hampir bersamaan, sementara armada terbatas,” jelasnya.
Ia mencontohkan, pada Senin (30/3), terjadi lima titik kebakaran hingga tengah malam. Tim yang menerima laporan pertama langsung bergerak, namun laporan lain yang masuk secara bersamaan tidak bisa segera ditangani.
Untuk itu, BPBD Damkar mengimbau masyarakat turut berperan aktif mencegah kebakaran, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar.
“Kami harap masyarakat bisa bersama-sama mencegah kebakaran lahan dan hutan agar tidak semakin meluas,” tutupnya. (*)
Reporter : VATAWARI – SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY