Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Isuzu D-Max satu ini tampil brutal dengan sayap besar, bodi lebar, interior balap, dan tenaga 281 HP – bahkan tampilannya lebih mirip mobil GT3 daripada kendaraan niaga. Isuzu D-Max terbaru dari Thailand hadir dengan tampilan ekstrem yang bikin pikap ini terlihat seperti baru turun dari lintasan balap.
Meski basisnya tetap Isuzu D-Max, melansir dari carcoops (30/3) ubahan yang dilakukan benar-benar masif. Mulai dari body kit baru, peningkatan performa, revisi sasis, sampai paket aerodinamika serius, semuanya dirancang untuk performa di sirkuit.
Yang paling menarik, mobil ini bukan sekadar mobil konsep. Unitnya benar-benar akan diproduksi dan dijual, meski jumlahnya sangat terbatas.
Tampilan Ganas ala Mobil Balap
Sorotan utama dari Isuzu D-Max racing truck ini ada pada sektor aerodinamika yang digarap oleh Tera Engineering. Agar aliran udara di belakang kabin lebih stabil, pikap ini dibekali sayap belakang besar yang bisa diatur, sirip tengah (central fin), rear diffuser, aero slide di bak belakang.
Bagian depan juga tak kalah agresif. Isuzu menambahkan splitter depan adjustable, air intake bumper yang lebih besar serta kap mesin serat karbon. Sementara di samping, terdapat fender lebar dengan ventilasi fungsional yang mempertegas aura balapnya. Penampilannya makin lengkap dengan velg forged Lenso dan ban performa tinggi.
Interior Full Racing, Bukan Lagi Pikap Harian
Masuk ke kabin, nuansa utilitarian khas pikap langsung hilang. Interiornya dibuat fokus untuk performa dengan pendekatan mobil balap murni. Beberapa ubahan di dalam kabin meliputi roll cage standar FIA, satu jok bucket racing, setir khusus dengan tombol kontrol terintegrasi layar infotainment yang kini difungsikan untuk telemetry real-time.
Menariknya, mobil ini tetap mempertahankan format extended cab milik D-Max, lengkap dengan pintu belakang model suicide door.
Di balik kap mesin, pikap ini memakai versi modifikasi berat dari mesin diesel 2.2-liter D di MaxForce turbodiesel terbaru milik Isuzu.
Mesin tersebut kini dibekali turbocharger lebih besar, intercooler baru serta mapping ECU yang sudah di-upgrade.
Hasilnya, tenaga melonjak menjadi 281 hp, 507 Nm torsi. Sebagai perbandingan, angka itu naik sekitar 120 hp dan 107 Nm dibanding Isuzu D-Max standar versi jalan raya.
Tenaga disalurkan ke roda belakang melalui transmisi manual bawaan, yang dipadukan dengan kopling performa tinggi BK Clutch untuk kebutuhan track day dan penggunaan ekstrem.
Suspensi, Sasis, dan Rem Sudah Naik Kelas
Bukan cuma mesin yang ditingkatkan. Isuzu juga menyempurnakan sektor kaki-kaki dan pengendalian. Pikap balap ini memakai suspensi baru dari Penske, damper adjustable dan sasis ladder frame yang diperkuat.
Untuk pengereman, Isuzu memasang sistem rem performa tinggi dari Ferodo, dengan konfigurasi kaliper 6 piston di depan dan kaliper 4 piston di belakang. Rem ini juga dilengkapi indikator panas, sehingga kondisi temperatur rem bisa dipantau lebih mudah saat mobil digunakan di lintasan.
Bukan Konsep, Tapi Benar-Benar Dijual
Yang membuat proyek ini makin menarik, Isuzu D-Max racing edition ini bukan sekadar mobil pameran. Mobil ini akan diproduksi sungguhan, tetapi hanya sebanyak 15 unit saja.
Harga jualnya dipatok sekitar 1,49 juta baht Thailand atau setara Rp 670 jutaan (estimasi kurs saat ini 30/3/2026). Menariknya, biaya pengembangannya justru disebut mencapai sekitar 1,7 juta baht per unit.
Artinya, proyek ini lebih terlihat sebagai bentuk showcase engineering dan image builder daripada sekadar bisnis biasa. Isuzu D-Max versi balap ini membuktikan bahwa sebuah pikap diesel pun bisa tampil se-ekstrem mobil sirkuit.
Dengan desain ala GT3, tenaga 281 HP, sasis yang diperkuat, dan produksi yang sangat terbatas, model ini jelas bukan D-Max biasa.
Buat pecinta otomotif, khususnya penggemar pickup performance, ini adalah salah satu proyek paling liar dan menarik yang pernah dibuat Isuzu. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI