Buka konten ini

BINTAN (BP) – Puncak arus balik Lebaran 2026 di Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Bintan, terjadi pada H+7 dan H+8, tepatnya Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3).
Supervisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban, Ainul Yaqin, mengatakan lonjakan penumpang mulai terasa signifikan pada dua hari tersebut. “Kepadatan arus balik terjadi pada H+7 dan H+8,” ujarnya, Senin (30/3).
Pada H+7, jumlah penumpang pejalan kaki tercatat sekitar 927 orang atau meningkat 26 persen dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, sepeda motor yang menyeberang ke Batam mencapai 523 unit, relatif sama dengan periode sebelumnya.
Untuk kendaraan roda empat, tercatat 371 unit atau naik 16 persen. Adapun jumlah penumpang dalam mobil mencapai 2.577 orang, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun lalu.
Lonjakan lebih tinggi terjadi pada H+8. Penumpang pejalan kaki tercatat sebanyak 1.037 orang atau melonjak hingga 130 persen. Sepeda motor mencapai 700 unit atau naik 153 persen, sedangkan mobil pribadi tercatat 343 unit atau meningkat 19 persen.
Jumlah penumpang dalam mobil juga ikut terdongkrak, yakni mencapai 2.733 orang atau naik sekitar 68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ainul menjelaskan, memuncaknya arus balik pada H+7 dan H+8 dipengaruhi berakhirnya masa libur sekolah.
“Pada H+9 anak-anak sudah kembali masuk sekolah, sehingga masyarakat memilih kembali lebih awal,” jelasnya.
Selama puncak arus balik, operasional penyeberangan diperpanjang hingga pukul 20.00 WIB dengan tiga kapal yang dioperasikan, yakni KMP Barau, KMP Niaga Ferry, dan KMP Trisakti Adinda.
Biasanya, terdapat empat armada yang beroperasi. Namun, satu kapal, KMP Tanjungburang, diperbantukan untuk lintasan Telaga Punggur–Tungkal.
“Meski hanya tiga armada, operasional penyeberangan tetap berjalan normal,” tambahnya.
Memasuki H+9, kondisi Pelabuhan ASDP Tanjunguban terpantau telah kembali normal tanpa antrean signifikan. (*)
Reporter : Slamet Nofasusanto
Editor : GUSTIA BENNY