Buka konten ini

NONGSA (BP) – Kasus dugaan pembobolan dana sebesar Rp4,3 miliar di rekening CIMB Niaga yang menimpa salah satu perusahaan di Batam masih terus bergulir, dengan sisa kerugian sekitar Rp3,4 miliar yang hingga kini belum kembali.
Korban yang merupakan Direktur PT GM sekaligus pengusaha di kawasan IWC menyampaikan, dari total dana yang hilang, baru sekitar Rp900 juta yang berhasil kembali. Pengembalian tersebut terjadi dalam dua tahap, yakni Rp751 juta pada 20 Februari dan Rp203 juta pada 27 Februari.
“Total yang sudah kembali sekitar Rp900 juta. Itu pun bukan sepenuhnya dari pihak bank, melainkan dana yang sempat tertahan di rekening sebelum ditarik pelaku,” ujarnya.
Ia menegaskan, sisa dana yang belum kembali mencapai sekitar Rp3,4 miliar dan hingga kini belum ada kejelasan. Pihaknya telah menempuh berbagai upaya, mulai dari melaporkan ke kepolisian hingga menyurati sejumlah lembaga, seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.
“Kami sudah kirim surat ke semua pihak, termasuk bank terkait. Tapi sampai sekarang responsnya masih lambat,” katanya.
Korban juga menyoroti adanya transaksi mencurigakan yang terjadi di luar jam operasional. Dana dalam bentuk dolar disebut tiba-tiba dikonversi ke rupiah tanpa persetujuan perusahaan, kemudian ditransfer ke sejumlah rekening berbeda.
“Transaksi itu tidak wajar. Dilakukan malam hari, di luar jam kerja, dan berulang kali. Ini jelas bukan prosedur normal,” tegasnya.
Ia mengaku sempat mengikuti arahan dari call center resmi bank saat kejadian berlangsung. Namun, menurutnya, perlindungan terhadap nasabah dinilai belum maksimal.
“Kami percaya karena itu call center resmi. Tapi faktanya, sistem masih bisa dibobol. Ini yang membuat kami sangat dirugikan,” tambahnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO