Buka konten ini

ITALIA gagal tampil dalam Piala Dunia dua edisi terakhir, Rusia 2018 dan Qatar 2022. Italia tidak ingin kembali hanya jadi penonton dalam edisi tahun ini di Kanada-Amerika Serikat-Meksiko. Syaratnya, timnas berjuluk Gli Azzurri harus bisa mengalahkan Bosnia-Herzegovina dalam final playoff kualifikasi Piala Dunia 2026 zona UEFA di Stadion Bilino Polje, Zenica, dini hari nanti (siaran langsung iNews/Soccer Channel/Vision+ pukul 01.45 WIB).
Ketika gagal lolos ke Piala Dunia 2018 dan 2022, Italia takluk dalam fase yang sama, playoff kualifikasi zona Eropa. Masing-masing oleh Swedia dan Makedonia Utara. Wide attacker Italia Matteo Politano tidak berharap kegagalan ketiga. ”Selama dua bulan terakhir, satu-satunya yang ada di dalam pikiran kami, hanyalah bagaimana lolos ke Piala Dunia 2026. Kami merasa layak mendapatkan tiket ke sana,’’ kata pemain SSC Napoli itu kepada Viva Azzurro TV.
Suara Politano sekaligus representasi bahwa Gianluigi Donnarumma dkk tidak gentar dengan teror pendukung Bosnia di tribun Bilino Polje. ’’Kami harus dapat memulainya (pertandingan) dengan kuat, tanpa membiarkan diri kami terpengaruh dari suasana di stadion dan permainan lawan. Kami sudah terbiasa bermain di bawah tekanan,’’ beber Politano.
Cari Cara Hentikan Dzeko
Di antara para pemain Bosnia-Herzegovina, Edin Dzeko merupakan nama paling familier. Striker 40 tahun itu juga tercatat sebagai pemain paling produktif dalam sejarah Zmajevi – julukan Bosnia-Herzegovina. Selain itu, Dzeko sudah banyak mengenal permainan pemain-pemain Italia karena sembilan tahun berkiprah di Serie A (2015–2023 dan 2025–2026).
Dzeko juga memperkuat klub-klub top seperti AS Roma, Inter Milan, dan ACF Fiorentina.
Meski begitu, bek tengah Italia Federico Gatti percaya diri timnya mampu menghentikan pergerakan Dzeko. Seperti dilansir dari Tuttomercatoweb, Gatti dan Dzeko sudah pernah bertemu di level klub.
’’Pada musim pertamaku di Juventus, aku sudah pernah menghadapi Edin. Dia adalah striker yang kuat dan mempunyai karier yang bagus,’’puji Gatti. Saat itu, Dzeko gagal menjebol gawang Juve.
Lapangan Bilino Polje Pakai Pemanas Salju
Di sisi lain, Italia tidak dapat menggunakan lapangan Bilino Polje untuk berlatih kemarin (30/3). Badai salju sedang menerpa di negara tersebut. Berkaca dari itu, surat kabar setempat, Meridian Sport, menyebut bahwa laga dini hari nanti akan memakai alat pemanas salju. Tidak menghilangkan hanya salju, alat ini juga untuk melindungi rumput.
”Untuk kali pertama dalam sejarah Bosnia-Herzegovina, kami akan menggunakan alat pemanas lapangan. Kami akan bekerja tanpa lelah supaya laga ini dapat digelar tanpa hambatan,’’ ungkap juru bicara Federasi Sepak Bola Bosnia (FSBiH). (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO