Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Gelaran FIFA Series 2026 telah rampung tadi malam. John Herdman selaku pelatih tim nasional Indonesia, ingin seluruh suporter Garuda untuk terus memberikan dukungan penuh. Terutama kepada para pemain.
Pesan itu disampaikan karena ada beberapa pemain yang menjadi sasaran bully. Salah satunya, Ramadhan Sananta. Dia dihujat karena tidak mencetak gol saat Indonesia mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta (27/3). Padahal, dalam pertandingan itu, Sananta punya beberapa peluang yang seharusnya bisa dikonversi menjadi gol.
Menyikapi hal itu, Herdman membela pemain yang membela klub Brunei Darussalam DPMM FC itu. Ya, meski tidak mencetak gol, Herdman melihat kontribusi Sananta dari sudut pandang berbeda. Menurutnya, peran striker tidak selalu soal mencetak gol.
Mantan pelatih Toronto FC itu menilai Sananta telah menjalankan instruksi taktis dengan baik, sebagai bagian dari trio lini depan bersama Ole Romeny dan Beckham Putra. ”Dia adalah pemain yang selalu memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” ujar Herdman.
Pelatih asal Inggris itu bahkan membuat perbandingan menarik. Ia menyandingkan peran Sananta dengan striker Olivier Giroud. Giroud dikenal sebagai bagian penting saat Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Meskipun, mantan pemain Arsenal itu tidak mencetak satu gol pun sepanjang turnamen.
”Kalau Anda melihat Olivier Giroud, dia tidak mencetak gol di Piala Dunia, tetapi tidak ada yang mengkritik penampilannya,” tegas Herdman.
Punya Peran Membuka Ruang
Menurutnya, kontribusi seorang striker juga bisa hadir dalam bentuk lain. Termasuk membuka ruang, menahan bola, hingga menjadi titik awal pressing tim. Peran itulah yang disebut Herdman dijalankan dengan baik oleh Sananta di lapangan. ”Dia memberi kedalaman dan bekerja sebagai garis terdepan dalam pressing,” ungkap pelatih 50 tahun tersebut.
Selain itu, pergerakan tanpa bola Sananta dinilai sangat penting bagi skema permainan tim. Kehadirannya membantu rekan setim mendapatkan ruang lebih luas.
Menurut Herdman, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen, hingga Beckham Putra mendapat keuntungan dari peran Sananta tersebut. ”Pergerakannya memungkinkan pemain lain mendapatkan ruang,” jelas Herdman.
Ia pun meminta publik untuk lebih bijak dalam menilai performa pemain. Terutama bagi pemain muda yang tengah berkembang di level internasional. Herdman juga menyinggung kritik yang beredar di media sosial. Ia menyayangkan adanya komentar yang dinilai berlebihan terhadap pemain. “Dia sangat mencintai negaranya. Kritik seperti itu tidak baik,” katanya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO