Buka konten ini

AUSTIN (BP) – Kemenangan di Circuit of the Americas (COTA), Austin, Amerika Serikat, kemarin (30/3) tidak hanya memperpanjang dominasi Marco Bezzecchi di awal musim MotoGP 2026. Hasil tersebut juga membuat pembalap Aprilia tersebut menyamai sekaligus memecahkan sejumlah rekor di kelas premier.
Bezzecchi menjadi pembalap ketiga di era modern MotoGP (sejak 2002) setelah Valentino Rossi dan Marc Marquez yang mampu memenangi lima balapan beruntun. Rangkaian itu dimulai dari Grand Prix (GP) Portugal musim lalu, berlanjut ke Valencia, serta tiga seri awal musim 2026 (Thailand, Brasil dan AS).
Selain Rossi dan Marquez, Bezzecchi kini sejajar juga dengan deretan legenda seperti Mick Doohan, Giacomo Agostini, John Surtees, Mike Hailwood, dan Geoff Duke yang juga pernah meraih lima kemenangan beruntun. Bedanya, Bez jadi satu-satunya pembalap yang meraih capaian itu dengan cara lights-to-flag (memimpin dari start hingga finish).
Memimpin selama 121 Lap
Secara keseluruhan, Bezzecchi telah memimpin balapan selama 121 lap beruntun. Angka itu melampaui rekor milik Jorge Lorenzo yang memimpin selama 103 lap pada 2015.
Bezzecchi yang baru meraih sembilan kemenangan di kelas utama tidak menyangka dengan capaian tersebut.
”Buriram (Thailand) sudah membuat saya terkejut, bahkan kemarin (saat sprint) saya harus menelan pil pahit (karena terjatuh, Red). Untuk kemudian bangkit kembali dengan capaian seperti ini, saya tidak menyangka dan itu benar-benar luar biasa,” beber Bezzecchi seperti dilansir dari laman resmi MotoGP.
Tidak Ingin Terbawa Euforia
Bezzecchi juga tercatat sebagai pembalap pertama sejak Marc Marquez pada 2014 yang mampu memenangi tiga seri pembuka musim. Dia juga jadi pembalap Italia pertama yang melakukannya setelah Rossi pada 2001. Marc maupun Rossi sama-sama menutup musim dengan gelar juara dunia setelah mencatat rekor tersebut.
”Rasanya aneh mendengar nama saya disandingkan dengan legenda seperti Vale, seperti Marc. Saya sudah beruntung bisa bertarung dengan Marc yang merupakan pembalap tercepat di grid MotoGP saat ini,” tutur Bezzecchi.
Atas semua rekor tersebut, Bezzecchi tidak ingin terbawa euforia. ”Selalu berpijak di bumi adalah cara saya menjalani segala sesuatu. Hari ini saya akan menikmatinya, tetapi mulai besok saya akan kembali bekerja,” kata raider Italia, berusia 27 tahun itu. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO