Buka konten ini

BATAM (BP) – Aksi pencurian perangkat lampu lalu lintas di Kota Batam kian meresahkan setelah sedikitnya 10 titik simpang dalam beberapa hari terakhir menjadi sasaran pelaku, sehingga mengganggu sistem pengaturan lalu lintas di sejumlah ruas jalan vital.
Kepala Dinas Perhubungan Batam, Leo Putra, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Barelang untuk mengusut kasus tersebut. Rekaman kamera pengawas (CCTv) dari sejumlah lokasi kejadian juga telah diserahkan kepada penyidik.
“CCTv dari lokasi kejadian sudah kami serahkan ke Satreskrim dan saat ini masih dalam proses penelusuran,” ujarnya.
Di tengah proses penyelidikan, Dinas Perhubungan (Dishub) Batam bergerak cepat melakukan perbaikan. Tim pemeliharaan telah diterjunkan ke lapangan untuk menangani kerusakan di sejumlah titik agar fungsi lampu lalu lintas kembali normal.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan juga belum mendapat respons.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Batam, Faisal Novrieco, mengungkapkan aksi pencurian boks server lampu lalu lintas terjadi berulang dengan pola serupa. Bahkan, pelaku semakin berani menyasar titik-titik strategis.
“Terbaru terjadi di Simpang Indomobil Nagoya dan Simpang Batuampar. Di Batuampar bahkan yang tersisa hanya pondasi kontrol saja,” katanya.
Dari total 49 simpang di Batam, sebanyak 10 simpang telah menjadi korban. Dua di antaranya mengalami kerusakan parah karena seluruh boks kontrol hilang, yakni di kawasan Basecamp dan Batuampar.
“Sementara delapan simpang lainnya, pelaku hanya mengambil bagian penutup boks. Namun dampaknya tetap besar. Jika terkena air, sistem bisa mengalami gangguan atau error,” jelasnya.
Adapun simpang yang terdampak antara lain Flyover, KDA luar, Kalista, Simpang Panbil, Simpang Kara, Masjid Agung, Indomobil Basecamp, Nagoya, hingga Batuampar. Aksi pencurian tersebut terjadi dalam rentang waktu singkat, yakni pada 24 hingga 26 Maret.
Faisal menambahkan, pencurian komponen lampu lalu lintas bukan kali pertama terjadi. Pada 2023 lalu, kasus serupa juga marak, terutama karena baterai cadangan belum ditanam sehingga mudah diambil pelaku.
“Sekarang baterai sudah kita tanam untuk mengurangi risiko pencurian. Namun pelaku tetap mencari celah dengan mengambil bagian lain,” ujarnya.
Dishub Batam mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga fasilitas umum. Selain itu, aparat kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap pelaku agar aksi serupa tidak terus berulang dan membahayakan pengguna jalan. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO