Buka konten ini

PENANGANAN ratusan kontainer yang diduga bermuatan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Pelabuhan Batuampar terus menunjukkan perkembangan. Hingga Senin (30/3), sebanyak 95 kontainer telah berhasil direekspor ke negara asalnya.
Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, mengatakan capaian tersebut merupakan realisasi hingga 14 Maret 2026.
“Dari total 914 kontainer yang masuk atau tertahan dan diduga berisi limbah B3 di Pelabuhan Batuampar, sebanyak 95 kontainer telah direekspor ke negara asal,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh kontainer yang tertahan berasal dari sejumlah perusahaan dan saat ini masih dalam proses penanganan bersama lintas instansi. Proses tersebut meliputi pemeriksaan fisik, verifikasi dokumen, hingga penentuan status barang.
Menurut Setiawan, re-ekspor dilakukan setelah adanya rekomendasi hasil pemeriksaan yang menyatakan kontainer tersebut benar mengandung limbah B3. Proses ini dilakukan secara hati-hati dengan melibatkan berbagai pihak agar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pemerintah sendiri telah membentuk satuan tugas (satgas) lintas instansi guna mempercepat penanganan kontainer tersebut. Satgas melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup, BP Batam, Pemerintah Kota Batam, serta unsur Forkopimda.
Setiawan menegaskan, keberadaan satgas sangat membantu dalam mempercepat proses pemeriksaan sekaligus memperkuat koordinasi antarinstansi, sehingga penentuan status kontainer dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Meski progres re-ekspor terus berjalan, masih terdapat ratusan kontainer lainnya yang belum direalisasikan pengeluarannya. Karena itu, Bea Cukai Batam mendorong perusahaan pemilik kontainer untuk segera mengajukan permohonan re-ekspor.
Langkah percepatan ini dinilai penting untuk mengurangi penumpukan di kawasan Pelabuhan Batuampar yang sebelumnya sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya kontainer tertahan selama beberapa bulan terakhir.
Selain berdampak pada kelancaran arus logistik, persoalan tersebut juga berimplikasi pada sektor industri di Batam. Sejumlah perusahaan dilaporkan mengalami gangguan produksi akibat tertahannya kontainer bahan baku.
Dengan capaian 95 kontainer yang telah direekspor, Bea Cukai Batam optimistis penanganan seluruh kontainer dapat diselesaikan secara bertahap. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kepatuhan terhadap regulasi, melindungi lingkungan, sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi di Batam. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO