Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Ketersediaan bahan pokok di Kabupaten Kepulauan Anambas pasca Hari Raya Idulfitri terpantau aman. Stok di tingkat distributor hingga pengecer masih mencukupi, tanpa adanya tanda-tanda kelangkaan.
Sejumlah komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, hingga tepung terigu masih mudah ditemukan di pasaran. Distribusi barang pun berjalan lancar, sehingga pasokan ke masyarakat tetap terjaga.
Tak hanya sembako, berbagai kebutuhan tambahan juga masih tersedia dalam jumlah cukup. Produk seperti susu anak, mi instan, jajanan ringan, hingga sosis beku masih banyak dicari warga setelah Lebaran.
Distributor telah mengantisipasi lonjakan permintaan sejak sebelum hari raya. Langkah ini terbukti efektif menjaga ketersediaan barang hingga pasca Lebaran.
Winda, salah satu distributor di Anambas, memastikan kondisi stok masih aman dan terkendali. Ia menyebut tidak ada kendala berarti dalam proses distribusi ke berbagai wilayah.
“Ketersediaan bahan pokok dan kebutuhan lainnya masih cukup. Kami sudah menyiapkan stok sejak sebelum Lebaran, jadi sampai sekarang masih aman,” ujarnya, Minggu (29/3).
Menurutnya, permintaan memang sempat meningkat menjelang Lebaran. Namun setelah hari raya, permintaan mulai berangsur normal sehingga stok tetap mampu memenuhi kebutuhan.
Meski mengandalkan transportasi laut, distribusi logistik ke Anambas sejauh ini tidak mengalami hambatan berarti. Kapal pengangkut barang masih beroperasi secara rutin.
Dari sisi harga, sebagian besar komoditas terpantau stabil. Tidak terjadi lonjakan signifikan seperti yang kerap dikhawatirkan masyarakat.
“Harga masih stabil. Mi instan misalnya masih di kisaran Rp90 ribu per dus. Untuk susu anak bervariasi tergantung merek,” jelasnya.
Ia menambahkan, susu anak ukuran 500 gram dijual mulai kisaran Rp60 ribu, sementara merek tertentu bisa lebih tinggi sesuai kualitas dan kandungan.
Selain itu, harga jajanan dan makanan ringan juga relatif tidak berubah. Kondisi ini membuat masyarakat tetap mudah memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Pemerintah daerah pun terus melakukan pemantauan di lapangan guna memastikan ketersediaan dan stabilitas harga tetap terjaga. Pengawasan dilakukan untuk mencegah penimbunan maupun lonjakan harga yang merugikan masyarakat.
Dengan stok yang mencukupi dan harga yang stabil, masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY