Buka konten ini

PERBAIKAN kebocoran pipa air milik ABH Batam di kawasan Simpang Basecamp kembali dilakukan, menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan sebagian ruas jalan ditutup sejak beberapa hari terakhir.
Pembongkaran jalur pipa ini merupakan yang kedua kalinya di titik yang sama.
Sebelumnya, perbaikan sempat dilakukan, namun pipa kembali mengalami kebocoran dalam waktu relatif singkat.
Lokasi pekerjaan yang berada tepat di tengah bundaran membuat dampaknya cukup signifikan terhadap kelancaran arus kendaraan. Untuk mendukung proses perbaikan, satu jalur jalan dari arah Sekupang menuju Tanjunguncang terpaksa ditutup sementara.
Akibatnya, arus kendaraan dari kawasan Marina dan Sekupang yang hendak menuju Tanjunguncang dialihkan. Pengendara diarahkan untuk memutar melalui jalur U-turn di sekitar SPBU Simpang Basecamp guna menghindari titik pekerjaan.
Memasuki hari ketiga pengerjaan, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi masih terpantau padat, terutama pada jam-jam sibuk. Petugas terus disiagakan di lapangan untuk mengatur arus kendaraan agar tetap berjalan meski terjadi pengalihan jalur.
Sejumlah warga berharap proses perbaikan dapat segera diselesaikan. Salah seorang warga, Erfan, mengungkapkan bahwa kondisi ini tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga berdampak pada pasokan air bersih.
“Kami berharap perbaikan ini cepat selesai, supaya air bersih kembali lancar dan jalan juga tidak macet lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Humas ABH Batam, Ginda Alamsyah, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan penanganan kebocoran pada pipa baja (steel) berdiameter 600 milimeter di Bundaran Basecamp. Ia memastikan perbaikan utama telah rampung.
“Penanganan kebocoran pipa steel 600 mm telah selesai dikerjakan. Saat ini tim masih melakukan proses penimbunan kembali di lokasi,” jelasnya.
Pihak ABH Batam mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di sekitar area pekerjaan serta mematuhi arahan petugas. Diharapkan, setelah proses penimbunan selesai, kondisi jalan dan distribusi air bersih dapat kembali normal. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO