Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Pemerintah didorong untuk kembali memperkuat program kompor listrik bersubsidi sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi, khususnya LPG, sekaligus menekan beban subsidi negara.
Direktur Eksekutif Koordinator Daulat Energi, Ridwan Hanafi, mengatakan program kompor listrik masih sangat relevan di tengah tekanan global sektor energi. Apalagi, dinamika geopolitik di Timur Tengah berpotensi mendorong kenaikan harga energi dunia.
“Program kompor listrik perlu digaungkan kembali karena akan berpengaruh terhadap kapasitas fiskal negara dalam mengelola subsidi energi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (27/3).
Menurut dia, penggunaan listrik sebagai alternatif energi rumah tangga merupakan langkah strategis untuk diversifikasi energi. Dengan beralih ke kompor listrik, konsumsi LPG bisa ditekan, sehingga ketergantungan impor dapat dikurangi.
Ridwan menyebutkan, beban subsidi LPG terus meningkat dari tahun ke tahun.
Bahkan, lebih dari 70 persen kebutuhan LPG nasional masih bergantung pada impor. Kondisi ini membuat anggaran negara semakin rentan terhadap fluktuasi harga energi global.
“Kalau tidak dikendalikan, subsidi energi bisa terus membengkak dan mengurangi ruang fiskal untuk sektor lain yang lebih produktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, kompor listrik dapat menjadi solusi yang lebih efisien dan berkelanjutan, asalkan didukung infrastruktur yang memadai serta pemahaman masyarakat yang baik. Karena itu, diperlukan sosialisasi yang lebih luas agar program ini tepat sasaran.
“Dengan implementasi yang kuat dan edukasi yang menyeluruh, manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga bagi keuangan negara,” katanya.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan pasokan energi nasional saat ini masih dalam kondisi aman. Pemerintah menjamin ketersediaan BBM, LPG, dan listrik tetap terkendali meski di tengah ketidakpastian global.
“Ketersediaan BBM, LPG, dan listrik masih aman sesuai standar stok nasional. Untuk LPG, dalam waktu dekat juga akan ada tambahan pasokan,” ujarnya.
Meski pasokan aman, dorongan untuk mengurangi ketergantungan impor energi dinilai tetap penting. Salah satunya melalui percepatan penggunaan kompor listrik sebagai alternatif energi rumah tangga yang lebih efisien dan ramah fiskal. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI