Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Investor Timur Tengah kian agresif membidik sektor perhotelan premium di Indonesia. Hal ini ditandai dengan masuknya afiliasi Abu Dhabi Fund for Development (ADFD) dalam pengembangan Waldorf Astoria Jakarta, hotel mewah kelas dunia yang ditargetkan beroperasi pada 2027. Langkah ini sekaligus mencerminkan tren positif minat investor global terhadap sektor hospitality premium di Tanah Air.
Perusahaan properti komersial dan manajemen investasi global, JLL, berperan dalam memfasilitasi konsultasi investasi lintas negara tersebut dengan memberikan pendampingan kepada PT Putragaya Wahana sebagai pengembang proyek.
Kehadiran Waldorf Astoria Jakarta sekaligus menandai debut brand hotel ultra-luxury tersebut di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai destinasi investasi hospitality berkelas internasional.
Waldorf Astoria Ikon Baru di Autograph Tower
Hotel ini akan menjadi bagian dari Autograph Tower di kawasan superblok Thamrin Nine, Jakarta Pusat, sebuah pengembangan mixed-use berskala besar yang mengintegrasikan perkantoran premium, hotel internasional, serviced residences, serta fasilitas gaya hidup dalam satu kawasan terpadu.
Waldorf Astoria Jakarta diproyeksikan menjadi salah satu properti hospitality paling prestisius di ibu kota, didukung sejumlah fasilitas unggulan, termasuk dek observasi tertinggi di Indonesia, ballroom dua lantai berkapasitas besar, serta panorama kota Jakarta dari ketinggian.
Keunggulan tersebut diharapkan mampu menangkap pertumbuhan pasar wisatawan premium sekaligus mendukung perkembangan sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE) yang terus berkembang di Indonesia.
Head of JLL Indonesia Capital Markets sekaligus Senior Director Southeast Asia Capital Markets, Jacintha Tabalujan Herzog, mengatakan transaksi ini menunjukkan kemampuan integrasi jaringan global dan keahlian sektor hospitality dalam menghadirkan investasi strategis berskala internasional.
Menurutnya, kolaborasi antara pengembang lokal dan investor institusional global menjadi faktor penting dalam merealisasikan proyek hospitality kelas dunia di Indonesia.
“Komitmen investasi dari institusi seperti ADFD dinilai menjadi sinyal positif bagi pasar properti nasional, khususnya segmen hotel mewah yang semakin mendapat perhatian investor asing,” ujar Jacintha Tabalujan Herzog.
Minat Investor Timur Tengah Meningkat
Head of Investment Sales Asia JLL Hotels & Hospitality Group, Julien Naouri, menilai investor Timur Tengah menunjukkan ketertarikan terhadap aset hospitality premium di Indonesia dan Asia Tenggara.
Hubungan jangka panjang JLL dengan komunitas investasi di kawasan tersebut, mulai dari family offices hingga sovereign wealth funds, membuka peluang kolaborasi strategis dalam transaksi ini.
Berdasarkan pipeline investasi yang ada, momentum investasi lintas negara di sektor perhotelan diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.
Masuknya investasi ADFD juga mencerminkan semakin eratnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Emirat Arab (UAE) serta kawasan Gulf Cooperation Council (GCC).
Dengan fondasi kerja sama bilateral yang semakin kuat, sektor properti dan hospitality Indonesia diproyeksikan jadi penerima manfaat. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI