Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Proses pendaftaran Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 sudah bikin geger. Banyak peserta mengeluh karena tak bisa memilih pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau titik lokasi ujian.
Keluhan ini ramai disampaikan melalui aplikasi media sosial X. Salah satunya akun @onesvlatore yang mengeluhkan aturan baru dari panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) ini.
“Jelek banget aturannya. Ga suka banget angkatan 26, gak jelas gini,” tulisnya.
Akun @okeyy12321 juga menilai kebijakan baru itu keterlaluan lantaran tak ada sosialisasi. Menurutnya, tak bisa memilih lokasi pusat UTBK, tetapi hanya wilayah tempat UTBK, bisa membuat peserta terlempar jauh dari lokasi ujiannya meski masih satu kota.
SNBT merupakan sistem penerimaan mahasiswa baru melalui mekanisme UTBK. Pelaksanaan UTBK biasanya digelar di 74 pusat UTBK yang sudah ditetapkan panitia SNPMB.
Pendaftaran SNBT 2026 telah dibuka pada 25 Maret dan ditutup pada 7 April 2026. Pendaftaran dapat dilakukan melalui laman resmi portal.snpmb.id. Adapun proses pendaftaran mencakup registrasi akun, pengisi-an biodata, pemilihan prodi, dan pembayaran UTBK.
Setelahnya, calon peserta dapat mengikuti UTBK yang berlangsung pada 21–30 April 2026. Hasilnya akan diumumkan pada 25 Mei 2026.
Tahun ini ada perbedaan ketentuan terkait lokasi ujian. Peserta tidak bisa lagi memilih pusat UTBK. Mereka hanya diberikan kesempatan memilih wilayah tempat UTBK, misalnya Jakarta, Surabaya, dan lainnya, tidak spesifik di perguruan tinggi yang menjadi pusat UTBK.
Tak hanya itu, mereka pun tak mendapatkan detail jadwal ujiannya saat mendaftar. Tak ada keterangan nomor peserta, lokasi, dan waktu ujian. Semua informasi tersebut akan diberikan seusai pendaftaran ditutup. Kartu peserta dapat diunduh pada tanggal 11–15 April 2026.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 Eduart Wolok membenarkan adanya aturan baru tersebut. Dia menyebut, kebijakan ini sengaja diterapkan untuk mengantisipasi kecurangan dalam UTBK 2026.
Tahun lalu, sebutnya, joki UTBK mengendalikan para peserta yang memakai jasa dari jarak jauh. Mereka sengaja memilihkan sesi yang sama untuk semua pengguna jasa, meskipun beda lokasi pusat UTBK. Setelahnya, jawaban dikirim serentak.
“Dulu kalau misalnya kita berdua di satu tim joki nih, ya sudah, kamu ngambil di Brawijaya, saya ngambil di Universitas Negeri Malang. Kelihatannya kita tidak di satu lokasi, tapi kita memilih sesi yang sama. Ya kan? Sekarang enggak bisa,” paparnya saat dihubungi kemarin (26/3).
Saat ini, peserta hanya bisa memilih wilayah UTBK tanpa tahu titik lokasi dan kapan sesi ujiannya. Sehingga diyakini akan membuat para joki kesulitan mengatur skenario kejahatan mereka.
Kendati demikian, dia memastikan, bahwa para calon peserta tak akan tiba-tiba terlempar jauh dari kota yang dipilih.
“Ketika kita berdua milih Jakarta, mau UPN Veteran maupun UNJ, ya sama saja, kan masih Jakarta. Yang jelas, tidak mungkin kalau kita berdua daftar Lampung terus ditempatkan di Riau,” katanya. (***)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO