Buka konten ini

BATAM (BP) – Batam kembali bersiap menjadi magnet ajang olahraga internasional. Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia Kepulauan Riau (Pengprov TI Kepri) resmi meluncurkan Batam International Taekwondo Open Championship 2026, Minggu (29/3) sore.
Peluncuran kegiatan tersebut digelar di Ibis Styles Batam Nagoya sebagai penanda dimulainya persiapan menuju kejuaraan yang akan berlangsung pada 14 hingga 16 Mei 2026.
Ketua Pengprov TI Kepri, Kosasih Sumarli, mengatakan ,kejuaraan ini merupakan event internasional pertama yang digelar di Batam. Ia menyebut, kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mengangkat Batam sebagai destinasi sport tourism, sekaligus ajang uji coba menuju kejuaraan tingkat Asia.
“Ini pertama kalinya kami selenggarakan di Batam untuk level internasional. Kami harapkan ini menjadi ajang persiapan menuju kejuaraan Asia,” ujar Kosasih.
Ia menjelaskan, kejuaraan tersebut ditargetkan diikuti hingga 2.500 atlet dari berbagai kategori usia, mulai dari 6 hingga 17 tahun. Jumlah itu belum termasuk ofisial, pelatih, dan keluarga atlet yang turut hadir.
“Kalau ditambah orang tua dan tim pendukung, jumlahnya bisa jauh lebih besar. Ini tentu berdampak pada sektor pariwisata,” tambahnya.
Untuk kategori pertandingan, lanjut Kosasi, akan dibagi menjadi tiga nomor utama, yakni kyorugi (tarung), poomsae (seni), serta kategori tag team atau pertandingan beregu tiga lawan tiga yang menjadi daya tarik tersendiri.
“Tag team ini cukup menarik karena masih jarang dipertandingkan. Di Kepri, ini yang pertama,” katanya.
Peserta kejuaraan tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga ditargetkan dari sejumlah negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Thailand, Vietnam, hingga Filipina. Bahkan, panitia juga mengupayakan keikutsertaan atlet dari Korea Selatan sebagai negara asal taekwondo.
“Kami prioritaskan negara yang memiliki akses penerbangan langsung atau mudah ke Batam. Ini untuk mempermudah mobilitas peserta,” jelasnya.
Sementara itu, co-organizer kegiatan, Surya Wijaya, menilai kejuaraan ini berpotensi besar mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Ia menyebut, ribuan peserta yang datang akan berdampak langsung pada okupansi hotel, kuliner, hingga sektor jasa lainnya.
“Ini bukan sekadar olahraga, tetapi juga sport tourism. Kami melibatkan berbagai hotel, mulai dari bintang empat hingga nonbintang, termasuk UMKM seperti katering,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga menyiapkan standar pelayanan terbaik, termasuk pengaturan konsumsi atlet dengan memperhatikan kebutuhan gizi dan kesehatan.
“Kami siapkan secara detail, mulai dari kalori makanan hingga potensi alergi peserta. Semuanya akan kami perhatikan,” katanya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Batam, Zulkarnain, turut mendukung penuh pelaksanaan event tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Batam.
“Kalau satu orang bisa menghabiskan sekitar Rp3 juta per hari, bayangkan jika ribuan orang datang selama beberapa hari. Ini potensi perputaran uang yang besar,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara penyelenggara dengan pemerintah daerah, pelaku pariwisata, serta sektor perhotelan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Pendaftaran kejuaraan telah dibuka sejak beberapa minggu lalu dan akan ditutup pada 7 Mei 2026. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui laman resmi panitia.
Dengan persiapan yang matang, Batam diharapkan mampu sukses menjadi tuan rumah sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism di kawasan regional. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : PUTUT ARIYO