Buka konten ini

UPAYA seorang perempuan berinisial C, 21, untuk mengakhiri hidup di Jembatan I Barelang, Batam, berhasil digagalkan berkat kepekaan pengemudi ojek online dan respons cepat petugas kepolisian.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis lalu, saat korban memesan ojek online dari kawasan Bengkong Sadai dengan tujuan Jembatan Barelang. Namun di tengah perjalanan, pengemudi mulai mencurigai kondisi korban yang terlihat emosional.
Kepala Pos Pengamanan Jembatan I Barelang, Iptu Anwar Aris, mengatakan pengemudi mendengar korban berbicara melalui telepon dengan nada penuh tangis dan sempat mengucapkan kalimat agar dirinya tidak dicari.
“Pengemudi mendengar percakapan korban yang menunjukkan kondisi emosional tidak stabil, disertai tangisan dan pernyataan agar tidak dicari,” ujarnya.
Menyadari situasi tersebut, pengemudi mengambil langkah cepat dengan tidak melanjutkan perjalanan ke tujuan. Ia justru membawa korban ke Pos Pengamanan 909 K Square untuk meminta bantuan polisi.
Petugas yang menerima laporan langsung melakukan pendekatan persuasif. Korban dibujuk agar mengurungkan niatnya dan berhasil ditenangkan.
“Langkah ini merupakan upaya preventif agar korban tidak melakukan tindakan yang membahayakan dirinya,” kata Aris.
Polisi juga segera menghubungi pihak keluarga dan rekan korban untuk memberikan pendampingan lanjutan. Berdasarkan keterangan awal, korban diduga mengalami tekanan emosional akibat persoalan pribadi.
“Pengakuannya karena putus cinta. Korban kemudian kami serahkan kepada rekan-rekannya untuk dibawa kembali ke kediaman keluarga,” ungkapnya.
Peristiwa ini menambah daftar percobaan bunuh diri di kawasan Jembatan Barelang yang dalam beberapa waktu terakhir cukup sering terjadi. Sepanjang awal 2026, tercatat sudah empat kejadian serupa.
Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, mengatakan pihaknya telah meningkatkan patroli di kawasan tersebut sebagai langkah pencegahan.
“Patroli dilakukan rutin, termasuk memberikan imbauan kepada pengunjung agar tidak melewati pagar pembatas,” ujarnya.
Selain itu, polisi juga menggandeng Ditpam BP Batam serta pedagang di sekitar lokasi untuk turut mengawasi aktivitas di kawasan tersebut.
“Kami minta jika ada hal mencurigakan, segera lakukan tindakan penyelamatan atau hubungi petugas,” tambahnya.
Secara terpisah, Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono melalui Kasi Humas Polresta Barelang Iptu Budi Santosa mengimbau masyarakat agar tidak mengambil jalan pintas saat menghadapi tekanan hidup.
“Kesulitan hidup jangan membuat kita putus asa. Carilah bantuan kepada orang yang tepat, baik keluarga, sahabat, maupun pihak berkompeten,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperkuat keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan sebagai salah satu cara menghadapi tekanan hidup.
“Kembalilah kepada keyakinan masing-masing. Dekatkan diri dengan Tuhan agar hati menjadi lebih tenang dan mampu berpikir jernih,” tambahnya.
Kepolisian menegaskan komitmennya untuk hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat. Warga dapat menghubungi layanan kepolisian melalui nomor 110 untuk mendapatkan pertolongan cepat.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian lingkungan sekitar serta keberanian untuk mencari bantuan dalam menghadapi tekanan hidup, guna mencegah tindakan yang membahayakan keselamatan jiwa. (***)
Reporter : YOFI YUHENDRI – EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO