Buka konten ini

NATUNA (BP) – Pagi yang mestinya biasa di Jembatan Kelanga, Kecamatan Bunguran Laut, berubah duka. Kecelakaan tunggal merenggut dua nyawa dari satu keluarga, Kamis (26/3) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban meninggal dunia adalah Muhammad Salim, 15 dan Nurzahira, 6, warga Teluk Dapeh. Sementara Salbiah, 49, ibu dari kedua korban, kini berjuang antara hidup dan mati dalam kondisi kritis.
Ketiganya diketahui berboncengan menggunakan sepeda motor Honda Supra X merah. Kendaraan itu dikendarai oleh Muhammad Salim.
Kasat Lantas Polres Natuna, Iptu Erwantony, membenarkan insiden tersebut. Ia menyebut kecelakaan diduga akibat kecepatan tinggi saat melintas di atas jembatan.
“Diduga pengemudi membawa kendaraan terlalu kencang, lalu menabrak trotoar dan pembatas jembatan,” ujarnya.
Motor yang melaju dari arah Teluk Dapeh menuju Teluk Buton itu tiba-tiba kehilangan kendali. Benturan keras tak terhindarkan.
Ketiga korban terpental sejauh kurang lebih lima meter dari titik tabrakan. Dua di antaranya meninggal di lokasi kejadian.
Polisi memastikan, peristiwa ini merupakan kecelakaan tunggal tanpa melibatkan kendaraan lain.
“Tidak ada kendaraan lain yang terlibat,” tegas Erwantony.
Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban meninggal segera dievakuasi, sementara Salbiah dilarikan ke fasilitas medis untuk penanganan intensif.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi para pengendara, khususnya saat melintas di jalur rawan seperti jembatan.
Erwantony mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati di jalan, mengendalikan kecepatan, serta mengutamakan keselamatan.
“Jangan memacu kendaraan terlalu kencang, apalagi di jalur sempit seperti jembatan,” pesannya. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY