Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Sektor tunggal putra menjadi salah satu tumpuan Indonesia pada Kejuaraan Asia 2026 di Ningbo, Tiongkok pada 7–12 April mendatang. Dari total 17 wakil yang dikirim, tiga pemain akan turun di nomor ini. Yakni Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Mohammad Zaki Ubaidillah.
Jonatan dan Alwi langsung tampil di babak utama. Sementara itu, Zaki harus memulai perjuangan dari fase kualifikasi dan wajib lolos untuk mengamankan tempat di babak 32 besar.
Pelatih kepala tunggal putra utama, Indra Wijaya, menilai peluang sektor ini cukup terbuka. Ia menyoroti perkembangan positif yang ditunjukkan Alwi dalam beberapa turnamen terakhir.
Menurut Indra, performa Alwi menunjukkan tren meningkat. Pebulu tangkis muda tersebut sukses menembus perempat final All England serta finis sebagai runner-up di Swiss Open 2026. Capaian itu menjadi sinyal peningkatan level permainan. “Secara performa, Alwi tampil sangat baik di rangkaian turnamen Eropa,” ujar Indra.
Salah satu sorotan utama adalah kemenangan Alwi atas unggulan pertama asal Tiongkok, Li Shifeng, pada semifinal Swiss Open. Indra menilai hasil tersebut menjadi bukti bahwa Alwi mampu bersaing di level elite.
Meski demikian, performa Alwi dinilai belum sepenuhnya stabil. Pada partai final Swiss Open, penampilannya menurun dibandingkan saat semifinal. Faktor kelelahan disebut menjadi salah satu penyebab. “Dengan jadwal yang padat, recovery menjadi sangat penting. Ini yang harus diperhatikan ke depan,” imbuhnya.
Selain faktor fisik, Indra juga menyoroti aspek lain yang perlu ditingkatkan, seperti pengendalian emosi saat bertanding serta kemampuan membaca permainan lawan dengan berbagai karakter.
“Masih ada yang harus ditingkatkan, terutama dari sisi fisik, pengontrolan emosi di lapangan, dan penguasaan permainan saat menghadapi berbagai tipe lawan,” tegasnya.
Sementara itu, Jonatan Christie diharapkan menjadi tulang punggung utama. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO