Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Usai Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, harga sejumlah bahan pokok di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, mulai merangkak naik. Kenaikan terjadi pada beberapa komoditas utama yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
Pantauan di Pasar Tarempa, Rabu (25/3), menunjukkan komoditas rempah menjadi yang paling terdampak. Harga bawang merah kini mencapai Rp30 ribu per kilogram, naik Rp5 ribu dari sebelumnya Rp25 ribu per kilogram.
Kenaikan serupa juga terjadi pada bawang putih. Saat ini, komoditas tersebut dijual Rp50 ribu per kilogram, atau naik Rp5 ribu dari harga sebelumnya Rp45 ribu per kilogram.
Sementara itu, cabai rawit mengalami lonjakan cukup signifikan. Dari sebelumnya Rp90 ribu per kilogram, kini tembus hingga Rp100 ribu per kilogram.
Berbeda dengan itu, harga cabai merah terpantau masih stabil di angka Rp85 ribu per kilogram.
Pedagang Pasar Tarempa, Azroi, mengatakan kenaikan harga dipicu oleh keterlambatan pasokan barang ke wilayah Anambas.
“Barang belum banyak masuk. Kapal dari Bintan juga belum datang, jadi stok masih terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat harga bahan pokok naik secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas lain, seperti ayam beku. Harga ayam beku saat ini naik dari Rp40 ribu menjadi Rp48 ribu per kilogram. Untuk potongan tertentu, seperti paha dan sayap, harganya bahkan bisa mencapai Rp50 ribu per kilogram.
“Kalau bagian paha atau sayap saja sekitar Rp50 ribu per kilo,” tambahnya.
Meski demikian, Azroi menilai kenaikan harga ayam tidak terlalu signifikan karena hanya terjadi pada jenis tertentu.
Di sisi lain, daya beli masyarakat pasca Lebaran masih belum menunjukkan peningkatan. Aktivitas jual beli di pasar terpantau masih relatif sepi.
Menurut Azroi, kondisi ini kemungkinan karena masyarakat masih memiliki stok bahan pokok di rumah.
“Pembeli masih sepi. Mungkin masih ada stok di rumah, jadi belum banyak belanja lagi,” katanya.
Para pedagang berharap pasokan barang segera kembali normal seiring masuknya kapal pengangkut dari luar daerah, sehingga harga dapat kembali stabil dan aktivitas pasar kembali ramai. (***)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY