Buka konten ini

KRISIS air bersih masih membayangi warga Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, hingga momen Idulfitri 1447 Hijriah. Di saat kebutuhan air meningkat untuk keperluan rumah tangga dan ibadah, sebagian warga justru masih bergantung pada distribusi air menggunakan mobil tangki.
Kondisi ini dirasakan warga di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah yang hingga kini belum mendapatkan pasokan air secara normal. Saat Lebaran, kebutuhan air untuk memasak, mencuci, hingga menjamu tamu meningkat tajam, membuat situasi kian terasa berat.
Ramli, warga Tanjung Sengkuang, mengaku kondisi ini cukup menyulitkan, terutama di hari raya.
“Masih bergantung pada mobil tangki. Harapannya saat Lebaran air bisa cukup. Jangan sampai di momen penting seperti ini kami kesulitan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Nindi. Ia berharap distribusi air bisa lebih merata dan tidak tersendat.
“Lebaran itu butuh banyak air. Kami berharap penyaluran lebih maksimal dan tidak ada wilayah yang terlewat,” katanya.
Di tengah kondisi tersebut, Polsek Batu Ampar terus melakukan monitoring pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak. Kegiatan ini telah memasuki hari ke-61 dan dilaksanakan Selasa (24/3), sejak pukul 08.00 hingga 21.00 WIB.
Kegiatan dipimpin Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah dengan melibatkan personel Bhabinkamtibmas dan tim patroli. Kehadiran aparat di lapangan bertujuan memastikan distribusi berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.
Air bersih disalurkan menggunakan mobil tangki ke titik-titik permukiman yang telah didata berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
Di Tanjung Sengkuang, distribusi mencapai 41 unit mobil tangki yang disalurkan ke sejumlah RW. Di antaranya RW 01 sebanyak 5 tangki, RW 04 sebanyak 7 tangki, RW 05 sebanyak 7 tangki, hingga RW 13 sebanyak 10 tangki.
Sementara di Batu Merah, distribusi tercatat 13 unit mobil tangki, dengan prioritas wilayah yang paling terdampak gangguan pasokan air.
“Kami akan terus hadir memastikan pendistribusian berjalan baik dan tepat sasaran,” kata Amru.
Meski distribusi terus dilakukan, warga berharap solusi permanen segera diwujudkan. Mereka menilai ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh terus bergantung pada solusi darurat.
Ancaman El Nino Perparah Krisis Air
Peringatan Hari Air Sedunia setiap 22 Maret terasa kontras di Batam. Di satu sisi air diperingati sebagai sumber kehidupan, di sisi lain warga Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, dan sebagian Bengkong masih bergulat dengan krisis air berkepanjangan.
Sudah lebih dari setahun aliran air bersih di wilayah ini tidak stabil. Ketergantungan pada mobil tangki pun tak terhindarkan, bahkan semakin terasa menjelang Lebaran.
Adi, salah seorang warga, menyebut tekanan air yang biasanya meningkat saat hari besar keagamaan kini justru tak terasa. “Biasanya ada peningkatan tekanan saat Lebaran. Sekarang tetap kecil. Akhirnya makin bergantung pada air tangki,” ujarnya.
Kondisi ini memicu persoalan baru. Permintaan meningkat, sementara distribusi terbatas. Dalam praktiknya, suplai air dibagi per RT atau RW, membuat warga harus antre.
Di tengah situasi itu, peringatan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) soal potensi periode terpanas dan terkering pada Juli menjadi alarm serius bagi Batam yang sepenuhnya bergantung pada air hujan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan ancaman kekeringan tidak bisa dianggap ringan, terutama dengan potensi El Nino pada semester II 2026. “Karena sumber air Batam 100 persen dari waduk tadah hujan, penurunan curah hujan menjadi tantangan serius,” ujarnya.
Sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, mulai dari optimalisasi produksi di instalasi pengolahan air, pemeliharaan rutin, hingga pembersihan daerah tangkapan air. Armada tangki juga tetap disiagakan sebagai solusi darurat.
Namun jika kondisi memburuk, SPAM Batam membuka kemungkinan penerapan sistem penggiliran air (rationing).
Batam Bisa Alami Kekeringan Lebih Parah dari 2015
Ancaman El Nino kembali mencuat. Bahkan, Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kepri, Prastiwo Anggoro, menyebut potensi dampaknya bisa sebesar fenomena 2015–2016.
Ia mengibaratkannya sebagai “El Nino Godzilla”.
Menurutnya, tanda-tanda awal sudah terlihat. Suhu siang hari meningkat hingga 34 derajat Celsius, sementara intensitas hujan mulai menurun.
Puncak El Nino diperkirakan terjadi pada semester II 2026. Pada fase ini, tekanan terhadap ketersediaan air akan semakin terasa. “Batam sangat bergantung pada waduk tadah hujan. Kalau hujan berkurang, dampaknya langsung terasa,” ujarnya.
Penurunan muka air waduk yang mencapai 2–3 cm per hari menjadi sinyal bahaya. Dalam jangka panjang, kondisi ini bisa menggerus cadangan air secara signifikan.
Ia mendorong langkah strategis, mulai dari menjaga daerah tangkapan air, mengurangi kebocoran pipa, hingga mempercepat pembangunan desalination plant.
Jaringan Pipa Baru Digarap April, Target Operasi Agustus 2026
Di tengah krisis air yang masih berlangsung, BP Batam menyiapkan penguatan infrastruktur distribusi. Proyek pembangunan jaringan pipa dari Sukajadi menuju M3G hingga Tangki Ozon akan mulai dikerjakan awal April 2026.
Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, mengatakan lelang proyek telah rampung dan pemenang tender sudah ditetapkan.
Pekerjaan ditargetkan berlangsung selama empat bulan dan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
“Belum 100 persen, tapi akan memberi kontribusi signifikan terhadap peningkatan layanan,” ujarnya.
Ia memastikan gangguan distribusi hanya terjadi terbatas saat tahap akhir penyambungan pipa. Gangguan hanya berpotensi terjadi dalam skala terbatas saat tahap akhir penyambungan jaringan.
“Tidak ada gangguan layanan. Hanya pada saat connecting pipa di akhir pekerjaan akan ada gangguan sedikit,” ujarnya.
Ia menambahkan, durasi pekerjaan diperkirakan berlangsung selama empat bulan. Dengan jadwal tersebut, proyek ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2026.
“Pekerjaan selama empat bulan. Insyaallah Agustus sudah bisa beroperasi dan meningkatkan layanan kepada masyarakat,” kata Denny. (***)
Reporter : EUSEBIUS SARA – M. SYA’BAN – ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK