Buka konten ini

TAIPEI (BP) – Amerika Serikat menunjukkan “tingkat urgensi cukup tinggi” dalam membantu Taiwan memperkuat kemampuan militernya dan mempercepat pengiriman senjata yang tertunda, kata Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo, Rabu (25/3).
Taiwan menghadapi ancaman militer yang meningkat dari China. Pulau ini sering mengeluh atas keterlambatan pengiriman senjata dari AS, mitra internasional utama sekaligus pemasok senjata yang paling penting, yang diklaim Beijing sebagai wilayahnya.
Salah satu keterlambatan terbesar terjadi pada pesanan 66 pesawat tempur F-16V dari Lockheed Martin pada 2019. Jet ini dilengkapi avionik, senjata, dan radar lebih canggih untuk menghadapi Angkatan Udara China, termasuk pesawat siluman J-20.
“Untuk bagian yang mengalami keterlambatan, AS sudah membentuk tim khusus untuk mempercepat program senjata terkait agar kami bisa mengejar jadwal secepat mungkin,” ujar Koo kepada wartawan di parlemen.
Ia menambahkan, “Saya juga berkali-kali menjelaskan bahwa tingkat urgensi AS dalam membantu kami memperkuat kemampuan pertahanan diri secepat mungkin memang cukup tinggi.”
Pengiriman jet F-16V ke Taiwan akan dimulai tahun ini dengan produksi “penuh kapasitas,” kata kementerian pada akhir pekan lalu.
Minggu lalu, Michael Miller, direktur US Defense Security Cooperation Agency, mengatakan ia menandatangani arahan pada 2023 untuk memprioritaskan Taiwan di atas pembeli lain, menegaskan bahwa kerja sama keamanan dan bantuan untuk Taiwan menjadi prioritas utama.
AS, menurut hukum, wajib menyediakan sarana pertahanan bagi Taiwan. Penjualan senjata pun menjadi sumber gesekan terus-menerus antara Washington dan Beijing, yang menuntut agar pengiriman dihentikan. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO