Buka konten ini

BATAM (BP) – Rangkaian kasus dugaan bunuh diri di Kota Batam sepanjang Januari hingga Maret 2026 menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam. Peristiwa yang terjadi di berbagai lokasi dinilai sebagai sinyal kuat perlunya penguatan layanan kesehatan mental di tengah masyarakat.
Sejumlah kasus menonjol terjadi di kawasan Jembatan Barelang. Pada 23 Maret 2026, seorang pria, Nusyirwan, 28, diduga melompat dari Jembatan 5 Barelang. Di lokasi, petugas menemukan sandal yang tersusun rapi serta SIM milik korban.
Sebelumnya, pada 18 Februari 2026, seorang pemuda bernama Setia Budi, 24, juga diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan 3 Barelang. Korban disebut sempat terlibat cekcok dengan kekasihnya sebelum kejadian. Jasadnya ditemukan tim SAR gabungan tiga hari kemudian.
Kasus serupa juga terjadi di kawasan permukiman. Di Batam Center, seorang pria ditemukan meninggal dunia di Perumahan Beverly Garden pada Januari 2026, diduga akibat depresi setelah ditinggal menikah oleh kekasihnya. Di Kecamatan Bengkong, seorang pemuda dilaporkan bunuh diri saat melakukan panggilan video dengan pacarnya pada malam pergantian tahun.
Di Kecamatan Sekupang, kasus kematian seorang bendahara RSBP Batam juga menjadi perhatian setelah hasil penyelidikan kepolisian menyimpulkan korban meninggal dunia akibat bunuh diri. Kasus lain, seorang pemuda ditemukan meninggal dalam kondisi tergantung di belakang rumah tanpa tanda-tanda kekerasan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa rangkaian kejadian tersebut merupakan situasi serius yang harus menjadi kewaspadaan bersama.
“Namun, untuk menetapkan sebagai darurat kesehatan mental secara formal, kami harus mengacu pada data resmi yang telah tervalidasi lintas instansi,” ujarnya, Rabu (25/3).
Meski demikian, ia menilai peristiwa tersebut menjadi indikator penting bahwa upaya pencegahan harus diperkuat, mulai dari deteksi dini hingga peningkatan akses layanan kesehatan jiwa.
“Ini adalah sinyal kuat bahwa deteksi dini, konseling, edukasi keluarga, dan akses layanan kesehatan jiwa harus diperkuat,” tegasnya.
Didi menjelaskan, layanan kesehatan jiwa di seluruh puskesmas di Batam pada prinsipnya sudah tersedia. Layanan tersebut meliputi skrining kesehatan mental, konsultasi awal, edukasi bagi pasien dan keluarga, serta rujukan ke fasilitas lanjutan bila diperlukan.
Dinkes Batam juga terus meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan di puskesmas agar mampu menangani persoalan kesehatan jiwa secara lebih optimal.
Ia mengimbau masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan layanan yang tersedia, terutama bagi mereka yang mengalami gejala gangguan mental.
“Masyarakat yang mengalami kecemasan berat, depresi, gangguan tidur berkepanjangan, atau memiliki pikiran menyakiti diri sendiri, jangan menunda untuk mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan terdekat,” katanya.
Terkait data resmi jumlah kasus bunuh diri maupun kunjungan layanan kesehatan jiwa selama Januari hingga Maret 2026, Dinkes menyatakan masih dalam proses rekapitulasi dan verifikasi.
“Data rinci masih kami kumpulkan dan verifikasi agar angka yang disampaikan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” tutupnya.
Dinkes berharap, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta penguatan layanan kesehatan jiwa, kasus serupa dapat ditekan dan dicegah ke depan.
Pemberitaan ini mengandung isu sensitif terkait kesehatan mental. Jika Anda sedang mengalami tekanan, depresi, atau kecemasan berlebihan, penting untuk tidak menghadapi sendiri. Segera cari bantuan profesional seperti psikiater/psikolog, atau berbicara dengan orang terdekat yang dipercaya.
Hari Ketiga Pencarian, Nusyirwan Ditemukan Meninggal
Tim SAR gabungan menemukan korban dugaan bunuh diri yang melompat dari Jembatan 5 Barelang. Korban diketahui bernama Nusyirwan, 35, warga Kapling Permata Hijau, Tebing, Kabupaten Karimun.
Korban ditemukan pada hari ketiga pencarian, Rabu (25/3) sekitar pukul 08.00 WIB, berjarak sekitar 500 meter dari lokasi diduga tempat korban terjun.
“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar 500 meter dari titik awal,” ujar Danpos SAR Batam, Dedius Sembiring.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian hitam dan celana jeans. Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi ditutup.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (23/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi awal berasal dari saksi mata bernama Adi yang tengah memancing di sekitar lokasi.
Ia mengaku mendengar suara benda jatuh ke air dari bawah jembatan, lalu melihat korban hanyut terbawa arus laut.
“Saya dengar suara seperti benda jatuh. Saat dilihat, korban sudah hanyut dan tidak terlihat berusaha berenang,” ujarnya.
Di lokasi kejadian, petugas juga menemukan sepeda motor Honda Vario, kunci, STNK, serta dompet yang diduga milik korban.
Sebanyak 15 personel SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian dengan penyisiran di perairan sekitar Jembatan 5 Barelang hingga radius yang diperluas.
Kini, setelah korban ditemukan, operasi pencarian dinyatakan selesai. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : RATNA IRTATIK