Buka konten ini

BATAM (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan fenomena pemanasan suhu global El Nino belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi cuaca di wilayah Kepulauan Riau (Kepri).
Meski demikian, sinyal perubahan mulai terlihat. BMKG memprediksi fase El Nino lemah berpotensi muncul pada semester II 2026.
Forecaster Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Debora, menjelaskan hingga dasarian II Maret 2026, fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) masih berada pada fase netral, sehingga belum memengaruhi curah hujan secara signifikan.
“Namun diprediksi akan masuk dalam kategori El Nino lemah mulai semester II tahun ini,” ujarnya, Selasa (24/3).
Secara umum, El Nino identik dengan penurunan curah hujan, terutama di wilayah Indonesia bagian timur. Sementara itu, dampaknya di wilayah barat seperti Kepri cenderung tidak terlalu signifikan.
“Pengaruh El Nino tidak cukup signifikan untuk wilayah Indonesia bagian barat, termasuk Kepri,” kata Debora.
Saat ini, kondisi atmosfer di Kepri juga belum mendukung pembentukan awan hujan secara optimal. Cuaca cenderung cerah hingga berawan, dengan peluang hujan yang relatif kecil.
Meski begitu, BMKG tetap mengimbau kewaspadaan. Informasi cuaca terus diperbarui dan disampaikan kepada instansi terkait sebagai langkah antisipasi dini.
Di sisi lain, peta awal musim kemarau mulai terbentuk. BMKG memprediksi musim kemarau di Kepri tidak datang secara serentak, melainkan berlangsung bertahap dari satu wilayah ke wilayah lain, mulai akhir Mei hingga pertengahan Juli.
Wilayah Natuna diperkirakan menjadi yang pertama memasuki musim kemarau pada akhir Mei, disusul Jemaja di Anambas pada awal Juni.
Batam bagian timur diperkirakan mulai mengalami kemarau pada akhir Juni, bersamaan dengan wilayah Siantan dan Matak. Sementara itu, Tambelan dan Natuna bagian tenggara menjadi wilayah terakhir yang memasuki musim kemarau, sekitar pertengahan Juli.
Sebaliknya, sejumlah wilayah seperti Batam bagian barat, Rempang, Karimun, dan Kundur disebut telah lebih dulu mengalami kondisi kemarau.
Namun, tidak semua wilayah memiliki batas musim yang tegas. Daerah seperti Bintan, Tanjungpinang, Lingga, hingga Singkep masih berpotensi mengalami hujan meskipun telah memasuki periode kemarau.
BMKG mengingatkan bahwa masa peralihan musim di Kepri berlangsung dinamis. Hujan lokal masih berpotensi terjadi, terutama pada siang hingga sore hari. Di sisi lain, masyarakat diimbau mulai bersiap menghadapi potensi penurunan curah hujan dalam beberapa bulan ke depan.
Meski El Nino belum sepenuhnya hadir, nyatanya cuaca panas yang melanda wilayah Batam sejak beberapa pekan terakhir, banyak dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, curah hujan sangat minim dan cuaca panas cukup mengganggu.
”Kalau siang panas sekali, apalagi sudah enggak hujan dua mingguan ini. Semoga hujan segera turun lagi,” harap Ida, warga Batuampar. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : RATNA IRTATIK