Buka konten ini

UPAYA pencarian terhadap seorang pria berinisial N, 35, yang diduga melompat dari Jembatan 5 Barelang, Kota Batam, masih belum membuahkan hasil hingga hari kedua pada Selasa (24/3). Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dengan memperluas area pencarian di perairan sekitar lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang melalui Danpos SAR Batam, Dedius Pebrianto Sembiring, mengatakan, hingga saat ini korban belum ditemukan. Area pencarian telah diperluas hingga radius 1 hingga 2 mil laut dari titik awal korban diduga jatuh.
“Perkembangan pencarian hari kedua masih nihil. Area pencarian kami perluas hingga dua nautical mile dari lokasi kejadian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan laut menggunakan perahu karet dan armada yang tersedia, serta memantau titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi hanyutnya korban berdasarkan analisis arus laut dan arah angin.
Namun, proses pencarian menghadapi kendala cuaca. Angin kencang dan arus laut yang cukup kuat di kawasan Barelang memengaruhi efektivitas penyisiran.
“Angin cukup kencang sehingga mempengaruhi proses pencarian,” katanya.
Sebanyak 15 personel SAR gabungan tetap dikerahkan sejak hari pertama dan terus berupaya maksimal. Koordinasi lintas instansi juga dilakukan untuk memastikan pencarian berjalan efektif dan terarah.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (23/3) sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi awal diperoleh dari saksi mata bernama Adi yang saat itu sedang memancing di sekitar jembatan.
Ia mengaku mendengar suara dentuman keras seperti benda jatuh ke air dari arah bawah jembatan. Saat dilihat, korban sudah hanyut terbawa arus laut.
“Saya dengar seperti ada benda jatuh ke air. Waktu dilihat, korban sudah hanyut. Dia pakai baju hitam dan tidak terlihat berusaha berenang,” ujarnya.
Laporan tersebut kemudian diteruskan ke pihak berwenang. Tim SAR gabungan bergerak ke lokasi sekitar pukul 12.00 WIB setelah menerima informasi dari Polsek Galang.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya satu unit sepeda motor Honda Vario bernomor polisi BP 5707 lengkap dengan kunci, STNK, serta dompet.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban berusia sekitar 35 tahun, berdomisili di kawasan Lubukbaja, Batam, dan berasal dari Tanjungbalai Karimun.
Tim SAR memastikan pencarian akan terus dilanjutkan hingga batas waktu operasi yang telah ditentukan. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna laut yang melintas di sekitar perairan Barelang, diimbau segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sementara itu, Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, mengatakan pihaknya bersama tim terkait masih terus melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
“Korban masih dalam pencarian. Untuk identitasnya belum bisa kami pastikan, namun di tempat kejadian perkara ditemukan identitas berupa SIM,” ujarnya.
Selain fokus pada pencarian, kepolisian juga meningkatkan langkah pencegahan guna mengantisipasi kejadian serupa di kawasan Jembatan Barelang yang dikenal sebagai salah satu titik rawan.
“Kami rutin melakukan patroli di lokasi rawan serta memberikan imbauan kepada pengunjung,” katanya.
Upaya serupa dilakukan Polsek Sagulung. Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar, menyebut pihaknya mengintensifkan patroli dan pengawasan terhadap aktivitas pengunjung di area jembatan.
“Personel kami instruksikan untuk mengawasi agar tidak ada yang melewati pagar pembatas, serta memberikan imbauan secara langsung kepada pengunjung,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan petugas Ditpam BP Batam serta pedagang di sekitar lokasi untuk meningkatkan pengawasan.
“Kami mengimbau apabila ada hal mencurigakan, segera lakukan tindakan penyelamatan atau hubungi pihak kepolisian,” tutupnya. (***)
Reporter : M. SYA’BAN – RENGGA YULIANDRA – YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO