Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Denyut perekonomian di Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, mulai terasa kembali pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Selasa (24/3). Setelah beberapa hari relatif lengang, aktivitas masyarakat di Pasar Tarempa kini berangsur normal.
Sejak pagi, warga mulai berdatangan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan pokok. Suasana yang sebelumnya sepi, kini kembali ramai oleh aktivitas jual beli.
Pantauan Batam Pos, sejumlah toko dan ruko yang sempat tutup saat Lebaran sudah kembali beroperasi. Meski demikian, belum seluruhnya buka secara penuh.
Transaksi jual beli pun terlihat berjalan lancar. Warga membeli berbagai kebutuhan seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga bahan dapur lainnya untuk mengisi kembali stok pasca Lebaran.
Tak hanya sembako, permintaan terhadap kebutuhan lain juga mulai meningkat. Beberapa warga tampak membeli perlengkapan rumah tangga dan kebutuhan harian yang sempat tertunda selama libur Lebaran.
Salah satu minimarket di kawasan tersebut bahkan tetap beroperasi sejak hari pertama Idulfitri. Hal itu dilakukan untuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.
“Kami tetap buka sejak hari pertama Lebaran. Kalau tutup, kasihan masyarakat yang butuh barang,” ujar penjaga minimarket, Ahua.
Ia mengakui, jumlah pembeli sempat menurun saat hari raya. Namun, kebutuhan masyarakat tetap harus terpenuhi, sehingga toko tetap beroperasi.
Di sisi lain, sebagian pedagang memilih menutup usahanya sementara waktu untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga.
Seperti Sucito, pedagang suku cadang mesin pompong, yang baru kembali membuka tokonya setelah dua hari tutup.
“Sudah waktunya buka lagi. Kalau terlalu lama tutup, kasihan juga masyarakat karena saya jual suku cadang mesin pompong,” ujarnya.
Sucito mengaku memanfaatkan dua hari pertama Lebaran untuk bersilaturahmi, meski ia merupakan perantau dan tidak memiliki banyak keluarga di Tarempa.
“Paling kami silaturahmi ke rumah pelanggan atau relasi saja,” katanya.
Ia menilai, waktu dua hari sudah cukup untuk merayakan Lebaran. Kini, ia kembali fokus menjalankan usaha seperti biasa.
Dengan mulai normalnya aktivitas perdagangan, perekonomian di Tarempa diharapkan terus bergerak stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat pasca Idulfitri. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY