Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Peneliti senior Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto mengundang tokoh nasional dalam acara gelar griya di Istana Kepresidenan sebagai upaya menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional.
Menurut Lili, dialog terbuka yang dibangun melalui kegiatan tersebut mampu menciptakan suasana yang kondusif. Namun, ia menegaskan bahwa komunikasi semacam itu tidak boleh berhenti pada satu momentum saja, melainkan perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Ia menyebut, keterlibatan berbagai elemen bangsa dalam forum dialog menjadi langkah positif untuk membangun kesepahaman bersama, demi mewujudkan Indonesia yang aman, maju, dan sejahtera.
Selain itu, forum tersebut juga menjadi sarana bagi Presiden untuk menjelaskan kebijakan pemerintah secara langsung kepada para tokoh dan elit politik. Dengan komunikasi terbuka, diharapkan terbangun hubungan yang lebih solid antara pemerintah dan berbagai pihak.
Lili juga meyakini Presiden Prabowo akan terbuka terhadap berbagai masukan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa dialog akan kehilangan makna jika hanya bersifat seremonial tanpa tindak lanjut nyata atas saran yang diberikan.
Sebelumnya, Presiden Prabowo menggelar acara halalbihalal dalam rangka Idulfitri 1447 Hijriah di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3). Acara tersebut dihadiri masyarakat umum, jajaran kabinet, pimpinan lembaga negara, hingga tokoh nasional.
Dalam rangkaian kegiatan, Presiden turut menerima kehadiran Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo beserta keluarga.
Sebelumnya, Presiden juga telah lebih dulu bersilaturahmi dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam pertemuan yang membahas sejumlah isu strategis nasional. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO