Buka konten ini
BATAM (BP) – Aparat kepolisian tengah menyelidiki tiga kasus dugaan pencabulan yang terjadi di Kota Batam dan menyita perhatian publik, masing-masing melibatkan siswa SMK di Batuaji, sejumlah anak di Bengkong dengan terduga pelaku warga negara asing (WNA), serta dugaan pelecehan seksual terhadap seorang karyawati hotel di kawasan Nagoya.
Kasus pertama mencuat dari salah satu SMK di wilayah Batuaji. Dugaan pencabulan terungkap setelah seorang siswa memberanikan diri menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada pihak sekolah. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran awal serta pemanggilan orang tua korban.
Setelah dilakukan komunikasi antara pihak sekolah dan keluarga, kasus tersebut dilaporkan ke kepolisian. Polsek Batuaji langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.
Dalam pengembangan perkara, penyidik menemukan indikasi bahwa korban diduga tidak hanya satu orang. Sejumlah siswa lain disebut memiliki pengalaman serupa. Polisi pun terus mendalami kasus tersebut untuk memastikan jumlah korban secara pasti.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aparat telah mengamankan seorang terduga pelaku yang merupakan oknum guru di sekolah tersebut. Penangkapan dilakukan untuk kepentingan pemeriksaan sekaligus mencegah kemungkinan munculnya korban baru.
Sementara itu, kasus dugaan pencabulan terhadap anak-anak di wilayah Bengkong juga terus bergulir. Sebanyak 13 anak telah menjalani asesmen oleh UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Batam karena diduga menjadi korban dalam kasus yang melibatkan seorang pria WNA.
Pelaksana Tugas Kepala UPTD PPA Batam, Suratin, mengatakan asesmen dilakukan tidak hanya kepada anak-anak, tetapi juga kepada orang tua mereka. “Proses asesmen sudah berjalan untuk anak dan orang tua. Total ada 13 orang yang kami asesmen,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para anak tersebut mengetahui keberadaan terduga pelaku dari informasi yang beredar secara mulut ke mulut di lingkungan mereka. (*)
Reporter : Eusebius Sara
Editor : GALIH ADI SAPUTRO