Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Bank Indonesia menyesuaikan operasional sistem pembayaran selama periode libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 dengan menghentikan sementara sejumlah layanan utama, sekaligus memastikan kesiapan layanan keuangan bagi masyarakat.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan layanan seperti BI-RTGS, BI-SSSS, dan BI-ETP tidak beroperasi pada 18–24 Maret 2026.
“Seluruh layanan penyelenggaraan sistem tersebut tidak beroperasi,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3).
Selain itu, layanan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) juga ditiadakan selama periode tersebut. Khusus warkat debit di Zona 4 yang diserahkan pada 17 Maret 2026 atau H-1, penyelesaian setelmen akan dilakukan pada 25 Maret 2026.
Di sisi lain, layanan transfer dana ritel berbasis digital melalui BI-FAST tetap beroperasi penuh selama masa libur, sehingga masyarakat tetap dapat melakukan transaksi secara elektronik.
Bank Indonesia memastikan seluruh layanan operasional akan kembali berjalan normal pada Rabu, 25 Maret 2026. Sementara pengaturan operasional di masing-masing institusi keuangan diserahkan pada kebijakan internal masing-masing lembaga.
Terpisah, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Ardhienus, menyampaikan pihaknya menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,9 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri.
“Nilai tersebut meningkat sekitar 38 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,1 triliun,” katanya.
Ia menjelaskan, distribusi uang tunai sebagian besar dilakukan melalui jaringan perbankan di wilayah Kepulauan Riau guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan selama periode Lebaran, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi serta tradisi berbagi uang pecahan kecil.
Bank Indonesia berharap kecukupan pasokan uang tunai dapat menjaga kelancaran transaksi ekonomi masyarakat. (*)
Reporter : AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO