Buka konten ini

MEJELANG arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah, Batam mencatat lonjakan signifikan penumpang angkutan laut hingga menjadi pelabuhan keberangkatan terpadat secara nasional, di tengah penguatan pengawasan dan penyesuaian layanan transportasi.
Berdasarkan data PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) per 16 Maret 2026 pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang yang berangkat dari Batam mencapai 22.840 orang. Angka tersebut menempatkan Batam di posisi teratas, melampaui pelabuhan besar lainnya seperti Balikpapan dan Makassar.

Rute Batam–Belawan menjadi jalur terpadat dengan jumlah penumpang mencapai 20.251 orang. Tingginya mobilitas dipicu meningkatnya antusiasme masyarakat untuk mudik, termasuk dampak kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang mulai diberlakukan pada 16–17 Maret 2026.
Sekretaris Perusahaan PELNI, Ditto Pappilanda, mengatakan tren kenaikan penumpang sudah terlihat sejak awal periode angkutan Lebaran. Ia memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran.
“Antusiasme mudik tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Kami telah meningkatkan kesiapan operasional, baik dari sisi pelayanan maupun pengawasan di kapal dan pelabuhan,” ujarnya, Selasa (17/3).
Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniansyah, mengimbau calon penumpang untuk datang lebih awal guna menghindari kemacetan menuju pelabuhan dan antrean saat proses naik kapal. Ia juga menyarankan pemanfaatan layanan check-in mandiri melalui aplikasi Pelni Mobile yang dapat diakses mulai 12 jam sebelum keberangkatan.
“Kami mengimbau penumpang datang lebih awal ke Pelabuhan Bintang 99 Persada Batam serta memanfaatkan fasilitas check-in online agar proses keberangkatan lebih lancar,” katanya.
Untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran, PELNI menyiapkan berbagai langkah, mulai dari penambahan personel, penguatan pengawasan, hingga koordinasi dengan BMKG terkait kondisi cuaca. Selama periode 6 Maret hingga 6 April 2026, tersedia total 751.550 tiket.
Di sisi lain, lonjakan penumpang juga mendorong Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kepulauan Riau menyiapkan rekayasa layanan di Pelabuhan Roro Telaga Punggur.
Kepala Seksi Sarana Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan BPTD Kepri, Frans Deddy, mengatakan koordinasi lintas instansi telah dilakukan sejak sebulan sebelum Ramadan untuk memastikan kelancaran arus mudik.
“Kami sudah melakukan rapat koordinasi sejak jauh hari untuk memastikan kelancaran arus mudik,” ujarnya.
Menurutnya, fokus utama tahun ini adalah aspek keselamatan melalui peningkatan inspeksi ramp check kendaraan dan pemeriksaan kapal penyeberangan. Namun, keterbatasan armada masih menjadi tantangan.
Dari 18 kapal yang terdaftar, hanya 14 yang dinyatakan laik operasi. Empat kapal lainnya belum dapat beroperasi akibat kendala teknis dan persoalan internal operator.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan, mengingat 14 kapal harus melayani sekitar 19 hingga 20 rute penyeberangan di wilayah Kepri.
Sebagai solusi, BPTD Kepri meminta operator menyiapkan kapal perbantuan, termasuk opsi mendatangkan armada dari luar daerah. Optimalisasi kapal yang ada juga dilakukan, serta penyesuaian layanan di lintasan padat seperti Punggur–Tanjung Uban.
Jam operasional penyeberangan pun akan diperpanjang secara situasional, bahkan hingga tengah malam, guna mengurai antrean penumpang.
Seiring meningkatnya mobilitas, Bea Cukai Batam bersama Polda Kepri turut memperketat pengawasan di pelabuhan dan bandara untuk mencegah penyelundupan barang dan narkotika.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Setiawan Rosyidi, menyebutkan pihaknya telah menempatkan tim pengawasan di seluruh pintu masuk serta memperkuat koordinasi lintas instansi.
“Pengawasan tetap kita lakukan secara ketat, namun tetap memperhatikan kelancaran arus barang dan penumpang,” ujarnya.
Pengawasan juga difokuskan pada jalur perairan yang dinilai rawan penyelundupan, dengan penguatan pemantauan dan pengumpulan informasi di titik-titik tertentu.
Sementara itu, Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri bersama Direktorat Samapta menggelar razia gabungan di sejumlah pelabuhan internasional dan domestik di Batam.
Operasi tersebut melibatkan Unit Satwa (K-9) dengan mengerahkan empat anjing pelacak untuk memeriksa barang bawaan penumpang di pelabuhan seperti HarbourBay, Batam Center, dan Sekupang.
Direktur Samapta Polda Kepri, Kombes Pol Joko Adi Nugroho, menyatakan langkah ini sebagai upaya preventif menekan peredaran narkoba melalui jalur laut.
“Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan bantuan anjing pelacak untuk memastikan tidak ada narkotika maupun bahan berbahaya lainnya yang lolos,” ujarnya.
Meski dalam razia tersebut tidak ditemukan barang terlarang, aparat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat tingginya potensi penyelundupan selama periode mudik.
Polda Kepri menegaskan akan terus memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah guna menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat selama arus mudik Lebaran. (***)
Reporter : RENGGA YULIANDRA – YASHINTA – EUSEBIUS SARA – AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO