Buka konten ini
BANYAK orang berharap berat badan turun selama menjalani ibadah puasa. Namun kenyataannya, tidak sedikit yang justru mengalami kenaikan berat badan sepanjang bulan Ramadan.
Kondisi ini biasanya dipicu oleh perubahan pola makan dan gaya hidup yang cukup drastis selama puasa. Tanpa disadari, kebiasaan saat berbuka dan sahur justru membuat asupan kalori meningkat.
Dokter spesialis gizi klinik, Diana F. Suganda, menjelaskan bahwa kenaikan berat badan saat Ramadan kerap disebabkan oleh pilihan menu berbuka yang kurang tepat.
“Banyak yang berpikir karena puasa maka berat badan otomatis turun. Padahal, kalau saat berbuka yang pertama dimakan adalah gorengan dan minuman manis, berat badan justru bisa naik,” ujarnya melalui video di akun Instagram pribadinya, dikutip Jumat (13/3).
Ia menuturkan, gorengan dan minuman manis merupakan menu takjil yang populer saat berbuka. Namun kedua jenis makanan tersebut memiliki kandungan kalori cukup tinggi sehingga berpotensi memicu penambahan berat badan jika dikonsumsi berlebihan.
Selain itu, kondisi tubuh selama berpuasa juga memengaruhi proses metabolisme. Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan selama sekitar 13 hingga 14 jam, sistem metabolisme akan menyesuaikan diri dengan menghemat energi.
Akibatnya, laju metabolisme menjadi lebih lambat. Jika saat berbuka seseorang makan secara berlebihan, kalori yang masuk tidak seluruhnya terbakar dan akhirnya disimpan sebagai lemak.
“Tubuh masuk ke mode penghematan energi. Metabolisme melambat, tetapi saat berbuka kita makan terlalu banyak. Akhirnya kalori yang masuk lebih besar dibanding yang dibakar,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau tetap memperhatikan porsi makan selama Ramadan agar berat badan tetap terkontrol.
Menurut Diana, puasa bukan alasan untuk makan berlebihan saat berbuka maupun sahur. Pola makan yang seimbang tetap perlu dijaga.
Ia juga menyarankan agar masyarakat tetap melakukan aktivitas fisik ringan selama menjalani puasa. Olahraga dengan intensitas ringan dapat membantu menjaga kebugaran tubuh, selama dilakukan pada waktu yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO