Buka konten ini

LINGGA (BP) – Sejumlah calon penumpang kapal feri di Pelabuhan Sungai Tenam, Daik Lingga, Kabupaten Lingga, mengeluhkan dugaan praktik tebang pilih oleh oknum agen penjual tiket kapal.
Keluhan tersebut muncul karena oknum agen diduga hanya menjual tiket kepada penumpang yang menggunakan jasa travel miliknya menuju pelabuhan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan praktik tersebut terjadi pada penjualan tiket kapal MV Oceana tujuan Tanjungpinang dan Batam. Oknum agen penjual tiket tersebut diketahui juga memiliki usaha travel.
Salah seorang calon penumpang, Edy, mengaku tidak bisa membeli tiket saat hendak berangkat karena tidak menggunakan mobil travel milik agen tersebut.
“Waktu saya mau beli tiket, dia tanya saya ke pelabuhan naik mobil siapa. Karena saya tidak pakai mobil travel miliknya, saya tidak dapat tiket,” ujar Edy, Minggu (15/3).
Menurutnya, oknum tersebut bahkan secara terang-terangan menyampaikan kepada calon penumpang bahwa tiket hanya tersedia bagi mereka yang menggunakan jasa travel miliknya.
“Dia bilang kalau datang ke pelabuhan pakai mobil travel miliknya, tiket ada. Kalau tidak, katanya tiket tidak ada,” ungkapnya. Kondisi ini membuat calon penumpang merasa resah. Selain itu, sejumlah sopir travel lainnya juga mengaku terdampak karena merasa kesempatan mencari penumpang menjadi tertutup.
“Kalau seperti ini kasihan penumpang. Kami sopir travel lain juga terdampak karena seolah-olah sumber penghasilan kami ditutup,” ujar salah seorang sopir travel.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Laut Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Dicky Kristianto, mengatakan pihaknya akan menelusuri informasi terkait dugaan praktik tersebut.
“Jika dari hasil penelusuran terbukti ada oknum yang bermain, tentu akan kami tindak tegas,” tegas Dicky.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan praktik kecurangan yang merugikan penumpang.
Para penumpang dan sopir travel berharap pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti laporan tersebut agar praktik serupa tidak kembali terjadi dan pelayanan di pelabuhan berjalan lebih adil bagi semua pihak. (***)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY