Buka konten ini
SINGAPURA (BP) – Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura atau Immigration and Checkpoints Authority (ICA) menambah personel di Woodlands Checkpoint menyusul pengetatan pengamanan di seluruh perbatasan negara tersebut.
Petugas yang sebelumnya bertugas di area lain di checkpoint tersebut kini dialihkan untuk membantu proses pemeriksaan penumpang. Langkah ini dilakukan agar personel dan sumber daya dapat difokuskan ke titik-titik dengan arus pelintas yang lebih padat.
Selain menambah petugas, ICA juga membuka lebih banyak jalur pemindaian sinar-X di area kedatangan bus di Woodlands Checkpoint.
Pengetatan pengamanan ini mulai diterapkan sejak 28 Februari lalu. Saat itu, ICA mengumumkan peningkatan pemeriksaan di seluruh pintu masuk Singapura, baik darat, laut, maupun udara, menyusul situasi keamanan global yang memanas, termasuk perkembangan konflik di Timur Tengah.
Petugas kini melakukan pemeriksaan lebih menyeluruh terhadap penumpang yang datang, barang bawaan, hingga kendaraan yang melintas.
Pantauan media Channel NewsAsia (CNA) pada Jumat (13/3) pagi menunjukkan proses pemeriksaan berlangsung lebih ketat di aula kedatangan bus, jalur sepeda motor, serta jalur mobil.
Meski ICA tidak merinci metode pemeriksaan secara detail demi alasan keamanan, otoritas tersebut mengakui bahwa petugas kini menghabiskan lebih banyak waktu untuk memeriksa barang bawaan penumpang dan kendaraan.
Di area kedatangan bus, penumpang yang sudah melewati jalur imigrasi otomatis kini diwajibkan memasukkan tas mereka ke mesin pemindai sinar-X. Sebelumnya, pemeriksaan tas hanya dilakukan secara acak terhadap sebagian penumpang.
Namun sejak kebijakan baru diberlakukan, sebagian besar pelintas harus menjalani pemindaian barang.
Selain itu, petugas penilai dan penyelidik juga ditempatkan di aula tersebut untuk mengidentifikasi penumpang yang mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan.
Pemeriksaan juga diperketat di jalur sepeda motor. Sejumlah pengendara terlihat diminta turun dari kendaraan dan membuka kompartemen penyimpanan untuk diperiksa.
ICA menjelaskan bahwa pemeriksaan mendalam seperti ini sebenarnya sudah dilakukan pada hari biasa. Namun, frekuensinya kini ditingkatkan.
Hal serupa berlaku pada kendaraan roda empat. Beberapa mobil diarahkan ke jalur khusus untuk menjalani pemeriksaan tambahan.
Selain memeriksa bagasi, petugas juga mengecek kompartemen dashboard, kursi penumpang, bahkan meminta pengemudi membuka kap mesin kendaraan.
Asisten Komandan Woodlands Checkpoint, Deputi Superintendent Sia Jian Hua, mengatakan langkah pengamanan tambahan ini kemungkinan membuat waktu tunggu di imigrasi menjadi lebih lama.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut diperlukan untuk menjaga keamanan Singapura.
“Kami berharap masyarakat dapat memahami dan bekerja sama dengan petugas, karena kami terus berupaya menjaga keamanan perbatasan,” ujarnya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO