Buka konten ini
ANAMBAS (BP) – Kebakaran melanda satu unit gudang milik Restoran Angkasa di kawasan Selayang Pandang, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Minggu (15/3) pagi. Peristiwa tersebut sempat membuat panik warga karena lokasi gudang berada sangat dekat dengan permukiman.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari bangunan gudang. Warga sekitar khawatir api merembet ke rumah-rumah yang berdempetan dengan lokasi kebakaran.
Salah seorang warga, Dika, mengatakan saat kejadian ia sedang berada di rumah ketika melihat kepulan asap tebal dari arah gudang.
“Saya sempat panik. Tadi lagi santai di rumah, tiba-tiba lihat asap pekat. Pas saya dekati, ternyata gudang sudah terbakar,” ujarnya.
Melihat api semakin membesar, Dika bersama warga lain segera menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kepulauan Anambas.
Menurutnya, warga tidak berani mencoba memadamkan api secara langsung karena lokasi kebakaran cukup sempit dan sulit dijangkau.
“Kami khawatir kalau dipadamkan sendiri justru berbahaya, jadi langsung hubungi Damkar,” katanya.
Tak lama setelah menerima laporan, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kepulauan Anambas tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Proses pemadaman sempat terkendala karena kondisi area yang sempit sehingga mobil pemadam tidak leluasa bermanuver.
“Petugas datang dan langsung memadamkan api, tapi sempat kesulitan karena lokasinya tidak terlalu luas untuk bergerak,” tambah Dika.
Meski demikian, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas berjibaku melakukan pemadaman selama beberapa waktu.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kepulauan Anambas, Matari Hasibuan, mengatakan kebakaran diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di sekitar gudang.
Api dari pembakaran sampah di luar bangunan diduga tertiup angin hingga merembet ke atap gudang yang sebagian besar berbahan kayu.
“Berdasarkan laporan sementara di lapangan, api diduga berasal dari pembakaran sampah di luar dinding gudang. Karena tertiup angin, api merembet ke atap yang berbahan kayu hingga akhirnya membakar bagian dalam gudang,” ujarnya. (*)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY