Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Sebanyak 314 narapidana di Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun diusulkan menerima remisi khusus Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah atau 2026 Masehi. Seluruh usulan tersebut telah direalisasikan.
Kepala Bagian Pengamanan Dalam Rutan, Novi Irawan, mengatakan remisi khusus keagamaan merupakan hak warga binaan yang berstatus narapidana dan berkelakuan baik.
“Selain remisi HUT Kemerdekaan RI, ada juga remisi khusus setiap hari raya keagamaan yang dapat diberikan setiap tahun kepada warga binaan yang telah berstatus narapidana dan berkelakuan baik. Untuk remisi khusus Hari Raya Idulfitri tahun ini kami mengusulkan 314 orang, dan alhamdulillah realisasinya 100 persen,” ujar Novi kepada Batam Pos, Kamis (12/3).
Berdasarkan data penerima, dari total 314 narapidana tersebut terdiri atas 313 warga negara Indonesia (WNI) dan satu warga negara asing (WNA). Dari jumlah tersebut, sebanyak 306 orang merupakan narapidana pria dan delapan lainnya wanita.
Besaran remisi yang diterima warga binaan bervariasi. Sebanyak 59 orang memperoleh pengurangan masa hukuman selama 15 hari, 210 orang mendapatkan remisi satu bulan, dan 43 orang menerima remisi satu bulan 15 hari. Sementara itu, dua warga binaan mendapatkan remisi selama dua bulan.
Novi menjelaskan, penerima remisi berasal dari berbagai jenis tindak pidana. Kasus narkotika menjadi yang paling dominan dengan 186 narapidana. Disusul tindak pidana perlindungan anak sebanyak 48 orang dan pencurian 47 orang.
“Selain itu terdapat tujuh orang warga binaan yang menerima remisi dari kasus perlindungan PMI, enam orang kasus kepabeanan, serta masing-masing empat orang dari kasus penipuan dan *tracking*. Ada juga kasus penggelapan sebanyak tiga orang,” jelasnya.
Beberapa tindak pidana lain yang juga tercatat menerima remisi antara lain pemerasan, penganiayaan, pornografi, kesusilaan, KDRT, penadahan, pembunuhan, cukai, hingga korupsi.
Menurut Novi, pemberian remisi khusus ini diharapkan menjadi motivasi bagi narapidana untuk memperbaiki diri serta mempersiapkan diri kembali berintegrasi dengan masyarakat, terutama menjelang hari raya. (*)
Reporter : SANDI PRAMOSINTO
Editor : GUSTIA BENNY