Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam memastikan makanan takjil yang dijual di berbagai bazar Ramadan dan pusat jajanan masyarakat di Batam aman dikonsumsi. Kepastian ini diperoleh setelah tim pengawas memeriksa 1.068 sampel takjil dari 96 lokasi pengawasan di seluruh wilayah Kota Batam selama Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Batam, Meldasari, mengatakan hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh sampel yang diuji memenuhi standar keamanan pangan.
“Dari total 1.068 sampel takjil yang diperiksa, hasilnya seluruhnya memenuhi syarat dan tidak ditemukan sampel yang tidak memenuhi syarat (TMS),” ujar Meldasari dalam laporan pemantauan takjil mingguan Dinkes Batam, Rabu (11/3).
Ia menjelaskan, pengawasan dilakukan oleh tim dari seluruh puskesmas di Kota Batam dengan menyasar berbagai lokasi penjualan takjil, seperti bazar Ramadan, pasar tradisional, kawasan permukiman, hingga pusat keramaian masyarakat.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengujian terhadap sejumlah bahan berbahaya yang kerap disalahgunakan dalam makanan.
“Pengujian dilakukan terhadap empat parameter, yaitu formalin, boraks, rhodamin B, dan methanyl yellow. Keempat zat ini dilarang digunakan dalam makanan karena dapat membahayakan kesehatan,” jelasnya.
Menurut Meldasari, hasil pemeriksaan sejauh ini menunjukkan para pedagang takjil di Batam cukup sadar akan pentingnya keamanan pangan, sehingga makanan yang dijual relatif aman bagi masyarakat.
Selain mengambil sampel makanan, petugas juga memberikan edukasi langsung kepada pedagang mengenai cara pengolahan makanan yang higienis serta pentingnya tidak menggunakan bahan tambahan berbahaya.
“Tidak hanya melakukan pemeriksaan, tim di lapangan juga memberikan edukasi dan pembinaan kepada pedagang agar tetap menjaga kualitas dan keamanan makanan yang dijual selama Ramadan,” tambahnya.
Berdasarkan laporan capaian pengawasan, sejumlah puskesmas bahkan telah melampaui target pengambilan sampel. Di antaranya Puskesmas Sei Langkai dengan 67 sampel, Lubuk Baja 63 sampel, Tanjung Sengkuang 58 sampel, serta Tanjung Uncang 57 sampel.
Sementara beberapa puskesmas lainnya seperti Botania, Batu Aji, Kampung Jabi, Baloi Permai, Sei Lekop, dan Sei Pancur juga telah mencapai target minimal pengambilan sampel sekitar 50 sampel.
Namun, Dinkes Batam mencatat masih ada beberapa puskesmas yang perlu meningkatkan intensitas pengambilan sampel agar target pengawasan dapat tercapai secara optimal.
“Secara monitoring saat ini terdapat 17 puskesmas berstatus hijau, tiga puskesmas berstatus kuning, dan satu puskesmas berstatus merah. Artinya masih ada yang perlu percepatan dalam pengambilan sampel,” katanya.
Meldasari menegaskan, pengawasan keamanan pangan selama Ramadan akan terus dilakukan hingga akhir bulan puasa. Dinas Kesehatan juga akan memperkuat monitoring lapangan serta melakukan evaluasi rutin terhadap kegiatan pengawasan yang dilakukan oleh puskesmas.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap selektif saat membeli takjil dengan memperhatikan kebersihan makanan serta memilih pedagang yang menjaga higienitas.
“Meski hasil pemeriksaan menunjukkan makanan takjil di Batam relatif aman, masyarakat tetap perlu memperhatikan kebersihan dan kualitas makanan yang dibeli agar kesehatan tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa,” pungkasnya. (*)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : GALIH ADI SAPUTRO