Buka konten ini

KUALA LUMPUR (BP) – Pemerintah Malaysia meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum di perbatasan untuk mencegah penyelundupan bahan bakar. Langkah ini dilakukan menyusul kenaikan harga minyak global akibat ketegangan di Timur Tengah.
Menteri Perdagangan Dalam Negeri dan Biaya Hidup, Armizan Mohd Ali, mengatakan pihaknya akan memperkuat operasi Ops Tiris untuk memastikan pasokan bahan bakar tidak diselundupkan ke negara tetangga.
“Harga minyak dunia kini meningkat signifikan, melampaui US$100 per barel (pada 9 Maret). Risiko penyelundupan tetap tinggi karena harga industri mengikuti pasar. Dibandingkan dengan harga bahan bakar di negara tetangga yang tidak disubsidi, kecenderungan penyelundupan cukup tinggi. Itu sebabnya penegakan hukum perlu diperkuat,” ujar Armizan dalam konferensi pers seperti ditulis oleh Straits Times.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak 28 Februari setelah serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, disusul serangan balasan Teheran terhadap kepentingan AS di beberapa negara Teluk.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menegaskan pemerintah akan berupaya menjaga harga bensin RON95 tetap RM1,99 per liter (sekira Rp 8.550), agar tidak memberatkan masyarakat.
Selain itu, Armizan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying karena pasokan barang kebutuhan pokok, termasuk menjelang Hari Raya Aidilfitri, dipastikan cukup. Kementerian Perdagangan Dalam Negeri akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan serta Kementerian Investasi, Perdagangan, dan Industri untuk mencari alternatif pasokan jika negara pengekspor menghentikan ekspor akibat konflik.
“Saya ingin meyakinkan publik, tidak perlu khawatir dan tidak melakukan pembelian panik, karena pasokan barang kebutuhan pokok untuk musim perayaan sudah tersedia,” tegas Armizan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO