Buka konten ini

BATAM (BP) – Tumpukan sampah terlihat menggunung di Jalan Raja M Tahir, kawasan pertokoan Greenland, Batam Center. Warga dan pemilik usaha di deretan ruko tersebut mengeluhkan lambatnya pengangkutan oleh petugas kebersihan, padahal mereka mengaku rutin membayar iuran sampah setiap bulan.
Pantauan Batam Pos pada Selasa (10/3) siang, kantong-kantong plastik hitam berisi sampah menumpuk di tepi jalan di depan deretan ruko. Bau tak sedap mulai tercium dari tumpukan tersebut yang disebut sudah beberapa hari tidak diangkut.
Sejumlah warga menyebut kondisi tersebut bukan pertama kali terjadi. Keterlambatan pengangkutan sampah disebut sudah berulang kali dialami oleh pedagang dan pemilik usaha di kawasan itu.
Naimah, salah seorang pemilik warung yang berjualan di lokasi tersebut, mengaku sampah di kawasan itu sudah hampir sepekan tidak diangkut oleh petugas.
“Kadang diangkut setiap hari, tapi kadang juga tidak ada petugas sampai berminggu-minggu. Kalau yang sekarang ini sudah hampir sepekan,” ujarnya dengan nada kesal.
Menurutnya, para pedagang sebenarnya rutin membayar iuran kebersihan setiap bulan. Karena itu mereka berharap pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan lebih teratur.
Keluhan serupa juga disampaikan pengunjung warung di kawasan tersebut. Dodi, salah seorang pelanggan, menilai kondisi tumpukan sampah itu tidak sejalan dengan slogan kebersihan kota.
“Mana Batam Asri itu?” kata Dodi, menyindir kondisi yang ia lihat di lokasi.
Ia menilai persoalan sampah yang tidak segera diangkut di kawasan tersebut sudah sering terjadi dan belum mendapat penanganan serius.
“Ini bukan sekali dua kali. Sudah sering terjadi seperti ini,” tambahnya.
Batam Pos telah mencoba mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dohar Hasibuan. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Batam, Iqbal, saat dikonfirmasi hanya menanyakan titik lokasi tumpukan sampah tersebut.
“Siap, Pak. Izin lokasinya boleh diinformasikan,” kata Iqbal melalui pesan WhatsApp. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO