Buka konten ini

BATAM (BP) – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esty Widya Putri, meninjau langsung kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Summerland, Nongsa, Batam, Senin (9/3).
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pasokan bahan pangan tetap aman serta harga terkendali menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Dalam peninjauan tersebut, Roro berkeliling memantau sejumlah kios pedagang, mulai dari penjual sayur, bawang, ikan, ayam, daging, minyak goreng hingga beras. Ia juga berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi harga di lapangan.
Berdasarkan pantauan di Pasar Summerland, harga cabai rawit sekitar Rp60 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp80 ribu per kilogram, ayam segar Rp45 ribu per kilogram, serta daging beku sekitar Rp130 ribu per kilogram.
Meski terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, Roro menilai harga tersebut masih berada dalam batas harga acuan pemerintah. Harga daging beku yang dijual Rp130 ribu per kilogram, misalnya, masih di bawah harga acuan sebesar Rp140 ribu per kilogram.
“Hari ini saya berada di Batam, tepatnya di Pasar Summerland, untuk memantau harga komoditas menjelang hari besar keagamaan, mengingat sebentar lagi kita akan memasuki Hari Raya Idulfitri,” ujar Roro.
Menurutnya, Kementerian Perdagangan terus melakukan pemantauan harga dan pasokan bahan pokok di berbagai daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan barang mencukupi serta menjaga stabilitas harga.
Selain itu, pemerintah juga rutin melakukan koordinasi lintas kementerian melalui rapat pengendalian inflasi yang digelar setiap pekan bersama Kementerian Dalam Negeri.
“Kami terus memantau kondisi di lapangan, baik dari sisi suplai maupun harga. Setiap minggu juga ada rapat pengendalian inflasi bersama Kemendagri,” jelasnya.
Dari hasil pemantauan di Pasar Summerland, sebagian besar harga bahan pokok dinilai relatif stabil. Harga daging ayam, bawang merah, bawang putih, hingga minyak goreng masih berada di kisaran harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Ia menambahkan, harga bawang putih bahkan dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET). Begitu juga dengan minyak goreng merek Minyakita yang masih berada di bawah harga acuan pemerintah.
Selain harga, Roro juga memastikan ketersediaan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di pasar tersebut masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Roro juga mengapresiasi pengelolaan Pasar Summerland yang dinilai cukup baik. Pasar tersebut diketahui telah memperoleh sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) pada 2024.
“Pasarnya bersih dan sudah menerapkan digitalisasi. Masyarakat juga bisa bertransaksi secara tunai maupun non-tunai menggunakan QRIS,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, salah satunya cabai rawit. Kondisi tersebut juga terjadi di sejumlah daerah lain.
“Cabai rawit memang sedang mengalami kenaikan di beberapa wilayah. Ini juga kami temukan saat meninjau pasar di daerah lain,” ujarnya.
Ia berharap pasokan bahan pokok tetap terjaga hingga Lebaran sehingga lonjakan harga dapat ditekan.
“Yang penting adalah keseimbangan antara suplai dan permintaan. Kalau itu terjaga, maka lonjakan harga bisa dikendalikan,” sebutnya.
Sementara itu, salah satu pedagang ayam di Pasar Summerland mengatakan harga ayam potong saat ini sekitar Rp45 ribu per kilogram. Harga tersebut turun sekitar Rp3 ribu dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang mencapai Rp48 ribu per kilogram.
“Sekarang sudah turun dari Rp48 ribu. Tapi biasanya menjelang Lebaran bisa naik lagi,” ujarnya.
Namun, bagi sebagian warga, harga tersebut dinilai mahal. Misalnya Sumi, warga Batubesar, Nongsa, yang menyebut harga ayam di atas Rp40 ribu cukup mahal.
”Beberapa bulan lalu bisa di kisaran Rp38 ribu, sekarang rata-rata sudah di atas Rp40 ribu bahkan sampai Rp45 ribu, menurut saya mahal,” katanya.
Tak hanya itu, harga daging sapi beku yang menyentuh Rp130 ribu per kg juga dinilai sangat mahal. Nofrmalnya di harga Rp90 ribu per kg. Paling mahal untuk kualitas terbaik harusnya tak lebih dari 110 ribu per kg.
”Saya dengar sebelumnya di kisaran Rp110 ribu, sekarang jadi segitu (Rp130 ribu, red), menurut saya mahal. Kalau bisa tolong diturunkan lagi,” harapnya. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : RATNA IRTATIK